Connect with us

Daerah

Dituding Tak Becus Tangani Aduan, Ketua Bawaslu Sumenep Dilaporkan ke DKPP

HOLIDI

Published

on

Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris (Doc. Net)

SUMENEP – JARRAK.ID – Calon Legislatif (Caleg) Dapil VII DPRD Sumenep dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hamsuri melaporkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep, Anwar Noris ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jawa Timur.

Dalam pokok aduannya, Hamsuri menganggap bahwa Bawaslu Sumenep tidak profesional dalam menangani penggelembungan suara kepada caleg PKB lainnya, sebagaimana diadukan dirinya.

Selain itu, Hamsuri juga mengadukan Ketua Panwascam Sapeken, Sunaryo; Ketua PPK Sapeken, Moh Sain; Ketua PPS 01 Desa Sabuntan, Moh Juaini; Ketua KPPS 02 Desa Sabuntan, Mat Rahman.

Kemudian Ketua KPPS 03 Desa Sabuntan, Moh Syakrani; Ketua KPPS 04 Desa Sabuntan, Moh Pauzir dan Ketua KPPS 06 Desa Sabuntan, Sanullah.

Hamsuri mengaku jika ada penggelembungan suara kepada Caleg Dapil VII DPRD nomor urut 02, Dulsiam di 6 TPS yang ada di Desa Sabuntan, Sapeken, Sumenep.

Pasalnya berdasarkan C1 yang dipegang pihaknya ada perbedaan perolehan suara dengan yang ada di DAA-1 DPRD Kab/Kota, sehingga diduga ada penggelembungan suara yang dilakukan oleh Dulsiam.

Kemudian Hamsuri melalui dua saksinya mengajukan keberatan kepada PPK Sapeken dan Panwascam Sapeken. Namun tidak direspon secara serius.

“Kemudian pada tanggal 4 Mei 2019 dilakukan rekapitulasi di tingkat KPU Kabupaten Sumenep, namun petugas KPU hanya membacakan DAA-1 DPRD Kab/Kota, sementara C1 semuanya tidak dibacakan dan ketika itu saksi menyatakan keberatan alan tetapi tidak digubris,” bunyi surat panggilan sebagaimana dikirimkan DKPP RI.

Kemudian pada tanggal 5 Mei 2019 pihaknya melaporkan ke Bawaslu Sumenep. Namun dalam laporan yang dituliskan di form pengaduan Bawaslu Sumenep tidak pernah diregister sampai dengan sekarang.

Rencananya sidang perdana akan dilaksanakan pada Minggu, 14 Juli 2019 di Ruang Sidang KPU Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris saat dikonfirmasi jurnalis Jarrak.id melalui layanan pesan instan WhatsApp sampai berita ini diturunkan belum direspon.

Advertisement

Populer