Connect with us

Daerah

Dituding Lecehkan Mahasiswa, Demonstran Desak Rektor Unira Copot Kabiro Kemahasiswaan

ZAWAIDUL ANAM

Published

on

Mahasiswa Universitas Madura (Unira) Pamekasan, Madura saat menggelar aksi demonstrasi meminta Rektor untuk mencopot Kepala Biro Kemahasiswaan, Sabtu, 06 Juli 2019 (Doc. JARRAK)

PAMEKASAN – JARRAK.ID – Mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan, Madura yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unira (Almaun) menggelar aksi demonstrasi di halaman kampus pada Sabtu, (06/07/2019). Mereka menuntut kepala Kabiro Kemahasiswaan Unira mundur dari jabatanya.

Selain membakar ban bekas mereka juga membentangkan spanduk berisi tulisan, ‘Dosen bukan dewa yang selalu benar, mahasiswa bukan kerbau yang selalu salah‘.

Mahasiswa yang terdiri dari 6 fakultas tersebut menilai Kabiro Kemahasiswaan Unira diduga melakukan pelecehan terhadap salah satu mahasiswa.

“Kami turun kejalan untuk menegakkan kebenaran. Pasalnya tindakan yang dilakukan Kepala Biro Kemahasiswaan Unira dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan. Seharusnya ia memberikan contoh yang baik kepada kami mahasiswa, bukan sebaliknya.” ujar Korlap Aksi, Moh Lutfi.

Ia menegaskan tindakan Kabiro Kemahasiswaan dianggap melanggar kode etik sebagaimana diatur dalam Statuta Bab X1V Pasal 32, yang berbunyi, ‘Menjunjung tinggi nilai-nilai dan etika profesi, jujur, terbuka, bertanggung jawab, di siplin, teliti/cermat, peka serta tidak menyalahgunakan jabatan dan melaksanakan tugasnya secara profesional.

“Di samping itu, selama menjabat tidak ada satupun program progresif yang dirasakan langsung mahasiswa, justru program-programnya cenderung konservatif. Atas dasar itu, kami menuntut jajaran rektor untuk mencopot Kabiro Kemahasiswaan,” tegas dia.

Lutfi juga meminta kepada peserta aksi untuk tetap kondusif, jangan sampai melakukan tindakan anarkis.

Massa aksi kemudian ditemui Rektor Unira, Wakil Rektor III Unira dan Sekretaris Dewan Kode Etik Unira.

Sementara itu, Rektor Unira, Rizqina berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

“Nanti akan kami tindaklanjuti permasalahan ini bersama Dewan Kode Etik,” kata dia singkat.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Polres Sumenep Tetapkan Lima Oknum LSM Tersangka Dugaan Pemerasan, Ini Identitasnya
Advertisement

Berita Populer