Connect with us

Politik

Dirut Jarrak Bahtera Media Sebut Idul Fitri Momentum Rekonsiliasi Politik Usai Pemilu 2019

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Direktur Utama PT Jarrak Bahtera Media, I Gede Putu Sudiarta (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Utama (Dirut) Jarrak Bahtera Media, I Gede Putu Sudiarta menyebut bahwa Idul Fitri 1440 H merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan rekonsiliasi politik, usai pelaksanaan Pemilu 2019.

Ia menegaskan, jika dalam beberapa pekan terakhir memang terjadi ketegangan dalam masyarakat, sebagai konsekuensi dari pelaksanaan Pilpres 2019.

Sehingga menurutnya, nilai-nilai dari Idul Fitri yang menyerukan persatuan harus menjadi spirit dalam mewujudkan rekonsiliasi politik.

“Suasana pemilu menimbulkan ketegangan antarwarga dan kelompok masyarakat satu dengan yang lain terutama terkait pilpres. Oleh karena itu, suasana Ramadhan tahun ini harus dipakai semaksimal mungkin untuk rekonsiliasi,” kata Putu dalam keterangan resminya kepada Jarrak.id, Jumat malam, (07/06/2019).

Menurut Putu, situasi politik Pemilu 2019 lebih menegangkan dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Oleh karena itu, ia berharap, Idul Fitri harus menjadi semangat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk merajut kembali semangat hidup rukun dan damai.

Putu mengatakan, semangat bersilaturahmi dan merajut kembali kerukunan penting juga dilakukan sesama kolega politik, tak terkecuali kedua pasangan capres-cawapres.

“Saling menghormati dan menghargai harus senantiasa menjadi nilai yang mesti diterapkan dalam kehidupan masyarakat, untuk memutus ketegangan. Selain itu, mari kita arahkan energi ini untuk pembangunan bangsa ke depan,” tegas dia.

Hentikan Provokasi di Medsos

Putu menyayangkan bahwa yang tercermin di media sosial adalah kedua pendukung tampak saling merendahkan.

Semestinya, kata dia, pihak yang kalah menghormati pemenang, sementara pihak yang menang selain menghormati yang kalah juga harus menenangkannya.

“Hentikan provokasi di media sosial. Mari kita bijak dan dewasa dalam menggunakan media sosial sebagai instrumen untuk menyerukan persatuan dan kesatuan. Kita bangsa yang besar, yang semestinya sudah berpikir untuk kemajuan negeri ini,” tandas dia.

Advertisement

Populer