Connect with us

Bisnis

Dirut Garindo Ditangkap, FPM Minta Polisi Sidak Perusahaan Garam Lain yang Diberi Izin Impor

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Mabes Polri, Kombes (Pol) Daniel Tahi Monang Silitonga saat menunjukkan barang bukti dalam penangkapan terhadap Direktur Utama PT Garindo Sejahtera Abadi (Foto: Istimewa)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM), Asep Irama mengapresiasi penangkapan Direktur Utama PT Garindo Sejahtera Abadi (GSA) berinisial MA oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri. Penangkapan ini karena MA menyalahgunakan garam industri untuk keperluan konsumsi.

MA ditahan karena memberikan keterangan palsu pada kemasan garam Gadjah Tunggal berdasar nomor laporan LP/A/32/IV/2018/Bareskrim pada tanggal 7 Mei 2018 lalu. PT GSA menambahkan kadar yodium dalam garam industri sehingga bisa digunakan untuk konsumsi. Namun, hal itu masih tidak cukup dan tidak bisa digunakan untuk makanan.

Oleh karena itu, ia dijerat dengan berbagai pasal pelanggaran perindustrian dan perlindungan konsumen.

MA diduga melanggar Pasal 120 ayat (1) juncto Pasal 53 ayat (1) huruf b UU Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 144 juncto Pasal 147 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 62 juncto Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 2 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 199 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan atau Pasal 3 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Menurut Asep, ditangkapnya MA semakin membuka tabir kelam masih maraknya mafia pergaraman yang memanfaatkan celah impor garam oleh pemerintah.

“Kinerja polisi harus diapresiasi dalam upaya melawan para mafia pergaraman yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membunuh petani garam lokal,” kata Asep dalam keterangan resmi yang diterima Jarrak.id, Minggu, (03/05/2018).

Berdasarkan catatan FPM, ini kali kedua Garindo melakukan perbuatan melawan hukum. Sebelumnya pada tahun 2015, Direktur Utama Garindo, Cindra Johan juga jadi tersangka karena tindak pidana penyuapan soal kouta impor garam terhadap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Partogi Pangaribuan.

“PT Garindo termasuk perusahaan importir garam yang memiliki catatan hitam karena selalu melakukan upaya dan perbuatan melawan hukum. Artinya ada potensi Garindo menjadi sarang perkembangbiakan mafia garam,” tegas Alumnus Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta tersebut.

Oleh karena itu, Asep meminta polisi melakukan kegiatan penegakan hukum secara tuntas terhadap oknum Garindo yang sengaja melakukan pelanggaran hukum, karena menyalahgunakan garam industri untuk konsumsi.

“Wajib hukumnya bagi polisi untuk mempublikasi setiap perkembangan penanganan kasus yang melibatkan pimpinan Garindo. Sehingga tidak muncul tafsir, bahwa polisi juga mendukung kegiatan para mafia garam yang turut membunuh petani garam lokal,” kata pemuda kelahiran Madura tersebut.

Polisi Harus Sidak Perusahaan Lain

Asep juga meminta agar polisi memperketat pengawasan, salah satunya dengan melakukan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai perusahaan yang mendapat izin impor garam.

“Terutama perusahaan yang memiliki industri garam kemasan untuk konsumsi. Seperti PT Susanti Megah, PT Sumatraco Langgeng Makmur, PT Budiono Madura Bangun Persada, PT Unicem Candi Indonesia dan beberapa perusahaan garam lainnya,” minta Asep.

Selama ini, terdapat sejumlah perusahaan impor telah diberikan kemudahan izin impor oleh Kemendag, yaitu PT Garam Persero, PT Susanti Megah, PT Garindo Sejahtera Abadi, PT Unicem Candi Indonesia, PT Sumatraco Langgeng Makmur, PT Budiono Madura Bangun Persada, PT Elitstar Prima Jaya, PT Sumatraco Langgeng Abadi, PT Sumatera Palm Jaya, PT Surya Mandiri Utama, PT Graha Reksa Manunggal, PT Saltindo Perkasa, PT Pagarin Anugerah Sejahtera, PT Mitratani Dua Tujuh, PT Otsuka Indonesia dan PT Pabrik Tjiwi Kimia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer