Connect with us

Politik

Dirjen PAS Kemenkumham Beri Sinyal Sediakan ‘Bilik Cinta’ Gratis di Lapas

JARRAK.ID

Published

on

Dirjen Permasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Utama (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Jenderal Permasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham, Sri Puguh Utama memberikan sinyal positif soal pemberian fasilitas ‘bilik cinta’ bagi narapidana di berbagai Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

Bilik cinta ini akan digunakan para narapidana untuk menyalurkan hasrat biologisnya kepada pasangan sahnya.

Diakui Sri, hal ini pada sisi lain untuk menghindari aktifitas seksual menyimpang bagi pasangan yang sedang menjalani permasyarakatan di Lapas.

Sri juga menegaskan, memang sudah sepatutnya pemerintah menyediakan tempat bagi narapidana untuk bisa melakukan hubungan suami istri. Karena selama ini, para narapidana sudah tidak punya kemerdekaan untuk bergerak.

Oleh karena itu kata Sri, memang harus segera dirumuskan mekanisme penyidiakan bilik cinta bagi narapidana.

“Jadi ini mohon maaf mumpung kesempatan bagus, sekian tahun di dalem istrinya bagaimana. Nanti istrinya menyeleweng, suaminya menyimpang seksualnya. Nah kami salah betul, makanya harus ada mekanisme,” tutur Sri usai menjadi saksi dalam sidang kasus suap dengan terdakwa eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu, (09/01/2019).

Menurut Sri, ada dua mekanisme yang bisa dilakukan untuk memberikan fasilitas kepada narapidana untuk melakukan hubungan suami istri.

Pertama, kebijakan cuti bagi narapidana untuk mengunjungi keluarga, atau, kedua, menyediakan area atau tempat di dalam lapas dengan sistem minimum security.

“Cuti mengunjungi keluarga atau apapun itu. Dengan revitalisasi, di minimum security boleh berhubungan dengan keluarganya. Jadi di lapas minimum security bareng-bareng. Kalau di maximum security enggak boleh, aksesibilitasnya ketat. Di medium ketat, di minimum boleh. Supaya tidak menyimpang,” kata Sri.

Menurut Sri, sejatinya sudah ada kebijakan cuti mengunjungi keluarga bagi narapidana, tetapi memang waktunya terbatas.

Baca Juga:  Dirjen Pas Kemenkumham Pastikan Semua Barang Mewah Sudah Dikeluarkan dari Sukamiskin

Sebelumnya bilik cinta muncul dalam surat dakwaan terhadap mantan Kalapas Sukamiskin, Wahed Husen.

DPR Diminta Turun Tangan

Sementara itu, Sekjen Badan Pimpinan Wilayah Jaringan Reformasi Rakyat (BPW JARRAK) DKI Jakarta, Asep Irama meminta agar Komisi III DPR turun tangan soal penyediaan tempat untuk menyalurkan kebutuhan biologis bagi narapidana.

Sekjen BPW JARRAK DKI Jakarta, Asep Irama (Doc. JARRAK)

“Narapidana itu sudah dirampas kemerdekaannya. Bahkan keluarganya cerai berai gara gara kebutuhan biologisnya tidak bisa tersalurkan. Dalam situasi seperti ini, Komisi III DPR harus bisa melihat kondisi riil di lapangan soal penderitaan yang dihadapi mereka,” kata Asep melalui pesan singkat, Kamis, (10/01/2019).

Menurut Asep, sekalipun narapidana melakukan pelanggaran hukum, tetapi jangan sampai hak-hak mereka juga ikut diberangus oleh negara.

“Mereka juga warga negara yang mesti mendapatkan perlakuan sama. Jangan sampai mereka semakin menderita, karena tidak punya kesempatan untuk menyalurkan kebutuhan biologis mereka,” tegas alumnus Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta tersebut.

“Negara harus bijak dan objektif dalam melihat masalah ini. Jangan kedepankan kebencian,” tegas Asep.

Kendati demikian, Asep meminta agar pemerintah membuat regulasi yang jelas soal rencana penyediaan bilik cinta.

“Jangan sampai petugas lapas justru jadi korban. Itu yang mesti diperhatikan juga,” tandas Asep.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer