Connect with us

Politik

Dipindah Dapil, Caleg Golkar Jawa Timur Ini Ancam Mundur dari Pencalonan

JARRAK.ID

Published

on

Illustrasi (Doc. Net)

SURABAYA – JARRAK.ID – Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Golkar, Ernadi S. H, mengancam akan mengundurkan diri karena pemindahan daeah pemilihan (dapil) yang dilakukan partai tanpa koordinasi. Ernadi sebelumnya akan maju sebagai caleg partai berlambang beringin itu dari dapil Jatim III yang meliputi daerah Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso.

Namun demikian, Partai Golkar dengan tanpa koordinasi melempar Ernadi ke dapil Jatim VIII yang meliputi daerah Madiun, Mojokerto, Jombang, dan Nganjuk. Padahal, Dapil Jatim III merupakan tempat kelahiran Ernadi yang disebut menjadi spirit dirinya maju caleg.

“Kader yang memiliki tekad kuat memperjuangkan tempat kelahiran (Jatim III) harus dilempar ke Dapil VIII. Hal tersebut dilakukan partai tanpa koordinasi dan perhitungan elektoral yang matang, tentu saja saya kecewa,” sesal Ernadi kepada Jarrak.id melalui sambungan seluler pada Selasa (14/8/2018).

“Justru orang pendatang yang notabene dari daerah lain, ditempatkan di Dapil III. Padahal, kondisi sosial-ekonomi tempat kelahiran saya menjadi spirit saya maju jadi caleg. Ini kan juga berkaitan soal kekuatan elektoral untuk suara partai,” imbuh dia.

Menurut Ernadi, dirinya sudah memperjuangkan dengan melakukan sejumlah lobby di tingkatan elite Partai Golkar. Meski begitu, usaha Ernadi tak pernah diindahkan dan seolah hanya menjadi ritual angin lalu. Ernadi lalu mengancam keluar dari pencalonan jika harus dipindah dapil.

“Sebagai fungsionaris dan kader partai, saya berniat keluar dari pencalonan jika dapil yang saya harapakan dan diperjuangkan sejak awal tidak diberikan oleh partai,” pungkas Ernadi.

Baca Juga:  Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi, Begini Reaksi Mengejutkan Sandiaga Uno

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer