Connect with us

Berita

Dinas Pertanian Dan Pangan Kab Gunungkidul Terus Lakukan Penanganan Kasus Sapi Mati Mendadak

JARRAK.ID

Published

on

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu Broto

 

Gunungkidul, JARRAK.ID — Dinas pertanian dan pangan kabupaten Gunungkidul terus melakukan penanganan wabah sapi mati mendadak di duga suspeck antrax yang belakangan ini meresahkan masyarakat Gunungkidul.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu Broto mengatakan hal tersebut saat media menyambangi di kantornya, Rabu (22/1/2020).

Bambang mengatakan saat ini instansi nya bekerja siang dan malam dalam mengatasi wabah ini.

“Sampai saat ini jajaran kami bekerja ekstra untuk menanggulangi wabah sapi mati mendadak ini tidak menyebar kemana-mana,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan agar masyarakat juga tidak menggeneralisir permasalahan sapi mati mendadak ini dengan mengkaitkan suspeck antrax, Bambang mengakui memang untuk kasus yang di Dusun Ngrejek Wetan dan Kulon, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong dinyatakan positif antraks, dan untuk saat ini lokasi sudah di lokalisir.

“Untuk yang ngerejek Kami sudah melokalisir, zona merah, zona kuning dan zona hijau semua sudah terkondisikan namun bila ada sapi mati mendadak tidak serta merta terkena antrax, karena kita harus uji laboratorium terlebih dahulu, setelah mendapatkan hasilnya positif baru kita bisa mengatakan ini terpapar antrax,” tegasnya.

Bambang menjelaskan untuk yang sapi mati mendadak lainnya itu bisa di karenakan keracunan biasa.

“Kemarin itu kita mengalami kemarau panjang, sekalinya hujan rumput tumbuh subur, petani ngarit untuk memberitakan makan sapinya pada hal saat itu karbohidrat yang di hasilkan rumput belum maksimal, sehingga kandungan air lah yang lebih banyak ketimbang karbohidrat nya, menjadi masalah saat di berikan pada sapi, akhirnya kandungan air yang berlebih mendesak paru-paru nya dan menyebabkan sapi mati mendadak,” jelasnya.

Sampai saat ini dinas pertanian dan pangan terus melakukan injeksi antibiotik penanggulangan wabah antrax ini secara berkala, dari data yang di terima redaksi untuk Desa Gombang, Kecamatan Ponjong sebanyak 1761 sapi sudah mendapatkan ijeksi antibiotik dan untuk kambing 4552 ekor yang sudah di berikan injeksi antibiotik.

Dari peristiwa ini Bambang menghimbau agar petani lebih memperhatikan hewan ternaknya dan apa bila terjadi hewan peliharaannya baik sapi maupun kambing mati mendadak masyarakat harus segera melapor kepada kepala dusun setempat sehingga lebih cepat tertangani dengan baik.

Ia pun meminta kepada masyarakat bila ada hewan ternak yang sakit jangan di sembelih dan dagingnya di bagi-bagi kan, karena akan berdampak kepada kesehatan orang yang mengkonsumsi daging dari hewan sakit tersebut. (Wahyu/Gebe’es)

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer