Connect with us

Politik

Diminta Fokus Selesaikan Kasus Mangkrak, DPR: KPK Tidak Usah Ikut Campur Masalah Lapas

JARRAK.ID

Published

on

Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) fokus menyelesaikan kasus mangkrak seperti Pelindo II dan pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia, dibandingkan sibuk ikut campur mengurusi masalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“KPK fokus saja penanganan kasus korupsi yang mangkrak bertahun-tahun di KPK seperti kasus Pelindo II, Garuda, dan lain-lain. Enggak usah terlalu jauh over lapping dan offside,” kata Masinton, Rabu, (19/06/2019).

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Lapas secara sistem maupun kelembagaan merupakan satu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam konteks penegakan hukum di Indonesia.

“Dalam sistem peradilan pidana terpadu kita masing-masing institusi penegakan hukum sudah dibagi tugas, fungsi dan kewenangannya sesuai perundang-undangan. Termasuk dengan tugas, fungsi dan kewenangan KPK sudah diatur dalam UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.

Menurut dia, KPK jangan sampai keluar dari tugas dan fungsi sebagaimana juga diatur dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Secara khusus KPK dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangannya adalah mencegah, menyelidik, menyidik dan menuntut kasus korupsi menyangkut kerugian negara paling sedikit 1 milyar rupiah,” imbuhnya.

Sehingga kata dia, KPK sudah tidak punya kewenangan untuk ikut campur tentang narapidana kasus korupsi yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap. Mereka kata dia, sudah menjadi kewenangan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM.

“Karena proses pembinaan bagi terpidana korupsi setelah memperoleh kekuatan hukum tetap adalah sepenuhnya kewenangan petugas pemasyarakatan di Lapas. Termasuk teknis penempatan warga binaan dan pemasyarakatan kasus korupsi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna H Laoly secara tegas juga menolak wacana pemindahan narapidana kasus korupsi ke Lapas Nusakambangan.

Baca Juga:  Kader PDIP Bocorkan Isi Pembicaraannya Dengan Habib Rizieq Shihab di Mekkah

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer