Connect with us

Elektoral

Dikritik Karena Loloskan Eks Koruptor Sebagai Bacaleg, Ini Jawaban Tegas Bawaslu

JARRAK.ID

Published

on

Gedung Bawaslu RI (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Bawaslu angkat bicara soal kritikan yang meloloskan beberapa eks koruptor sebagai bacaleg dalam Pemilu 2019 mendatang.

Bawaslu mengatakan, bahwa putusan yang dikeluarkan dengan meloloskan beberapa nama eks koruptor sudah sesuai aturan.

“Yang pertama, kami sudah melakukan upaya pencegahan ke parpol agar tidak banyak caleg eks napi (korupsi) yang masuk,” ujar anggota Bawaslu Rahmat Bagja, Sabtu, (01/09/2018).

Upaya pencegahan ini dilakukan Bawaslu dengan menyambangi para pimpinan parpol dan menyodorkan pakta integritas sebelum pendaftaran bakal caleg dibuka.

Namun UU Pemilu tidak melarang pencalonan eks napi korupsi. Larangan ini muncul dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

PKPU eks napi korupsi dilarang nyaleginilah yang ditegaskan Bagja bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pasal 240 UU Pemilu mengatur eks napi bisa maju caleg asalkan mempublikasikan kepada publik soal statusnya.

“Yang dilakukan (Bawaslu) sudah sesuai UU,” katanya.

Bagja menegaskan bahwa keputusan yang dikeluarkan Bawaslu di sejumlah daerah bersifak mengikat dan final. Sehingga Bagja meminta KPU patuh terhadap putusan tersebut.

“Putusan bawaslu itu final and binding. Keputusan kami ini final and binding,” kata Bagja di kantornya, Jumat, (31/08/2018).

KPU, menurut Bagja, dapat mengajukan banding terkait putusan tersebut setelah tahapan bacaleg masuk tahap penetapan Daftar Calon Tetap (DCT). Sebab, keputusan Bawaslu dapat diubah bila terkait penetapan parpol peserta pemilu, DCT, dan penetapan capres.

“Jadi sebelum DCT itu, keputusan kami final and banding, tapi setelah di DCT silakan di banding ke PTUN putusan KPU,” kata Bagja.

Baca Juga:  Disebut Terlibat Skandal Perselingkuhan, Sandiaga: Itu Fitnah!

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer