Connect with us

Politik

Dikabarkan Akan Hengkang dari Koalisi Prabowo-Sandi, Ini Jawaban Demokrat

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin

JAKARTA – JARRAK.ID – Partai Demokrat menegaskan tetap berkomitmen dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno usai pemungutan suara Pilpres 2019.

Partai Demokrat meminta agar hasil hitung cepat yang mengunggulkan Jokowi, tidak dihubungkan dengan posisi Partai Demokrat di BPN.

“Tidak ada cerita di tengah jalan kita meninggalkan orang hanya karena tanpa suatu alasan yang bermartabat,” ujar Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin, Jumat (18/4/2019).

Amir menegaskan, isu yang menyebutkan Partai Demokrat akan meninggalkan koalisi Prabowo-Sandi adalah tidak benar.

“Jangan dikaitkan dengan begitu, kita tunggu saja bagaimana hasilnya nanti,” katanya.

Selain itu kata Amir, hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei ada metodologinya. Selama berbasis pada metodologi yang benar, kata dia tidak masalah hasil hitung cepat diumumkan ke publik.

“Itu sepanjang metodologi itu diterapkan ya fine-fine saja saya kira. Jadi kalau ada yang ingin menangkap suatu perhitungan cepat seperti itu harus dicounter (dilawan) juga dengan perhitungan yang lain,” imbuhnya.

“Tetap itu kan hitung cepat, Pak Jokowi sendiri kan belum secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang, karena namanya saja hitung cepat tetap saja hitung cepat, nanti hitung real countnya itu kan baru tanggal 25 Mei,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Amir juga sempat mengingatkan pengurus dan kader mematuhi instruksi Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dalam instruksinya meminta pengurus dan kader Demokrat tidak terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi.

“Intinya di butir dua, yakni tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU,” kata Amir Syamsuddin.

Amir menegaskan Demokrat menghormati kewenangan KPU dalam penghitungan perolehan suara pileg dan pilpres. Semua pihak diminta menunggu rekapitulasi suara dari KPU.

Baca Juga:  Tolak Bebas Bersyarat, Abu Bakar Ba'asyir Hanya Ingin Mendapatkan Ini dari Jokowi

“Kita berketetapan untuk berpegang pada konstitusi dan UU sehingga siapa pun menjadi pemenang pilpres, ini hanya satu yang paling berwenang tentunya melalui real count KPU,” tegas dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer