Connect with us

Bisnis

Di Depan MPR, Jokowi Pamer Angka Pengangguran Turun Signifikan

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Joko Widodo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pemerintahan Jokowi-JK mengklaim berhasil menurunkan angka pengangguran sebesar 0,57%.

Penurunan itu disebut merupakan langkah pemerintah melalui upaya perluasan lapangan kerja dengan cara melalukan peningkatan daya saing investasi hingga peningkatan ekspor.

Peningkatan daya saing investasi dan ekspor disebut pemerintah merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk memperluas lapangan kerja. Apalagi perkembangan generasi produktif saat ini dinilai cukup pesat.

Selain itu, pemerintahan Jokowi-JK mengklaim dalam 4 tahun terakhir ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan perekonomian.

Salah satu yang gencar dilakukan adalah soal kemudahan berinvestasi di Indonesia yang disebutnya akan dapat menciptakan iklim ekonomi Indonesia yang kompetitif dan produktif.

Tujuan akhir dari semua itu adalah terciptanya lapangan kerja baru yang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran dapat ditekan.

“Alhamdulillah, dengan kerja bersama, tingkat pengangguran terbuka semakin menurun dari 5,70% menjadi 5,13%. Untuk mencapai kesejahteraan, kita ingin makmur bersama, sejahtera bersama,” ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan di Gedung MPR, Jakarta, Kamis, (16/08/2018).

Tak hanya itu, pemerintah mengaku telah melakukan berbagai upaya guna menciptakan iklim usaha yang baik bagi pengusaha kecil dan menengah (UMKM) serta 40% masyarakat bawah.

Pemerintah menyebut sejumlah langkah yang telah dilakukan untuk menyasar 40% masyarakat bawah tersebut adalah dengan program regorma agraria serta kebijakan perhutanan sosial. Bahkan pemerintah juga mengaku telah memberikan akses permodalan bagi usaha ultra mikro, mikro, dan kecil.

Selain beberapa hal tersebut, pemerintah juga menyebut saat ini telah menurunkan tarif pajak final UMKM menjadi 0,5% serta penajaman KUR yang bisa dinikmati 12,3 juta UMKM.

Disisi lain, pemerintah juga mengatakan telah bekerja secara maksimal demi menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok, menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, serta mereformasi sistem bantuan pangan menjadi program bantuan non tunai, agar lebih tepat sasaran, dan cakupannya akan ditingkatkan menjadi 15,6 juta penerima manfaat pada tahun 2019 nanti.

Baca Juga:  Ancaman Trump Bikin Harga Minyak Terjungkal

“Dengan kerja nyata, Rasio Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan terus kita turunkan, yang saat ini berhasil kita turunkan dari 0,406 menjadi 0,389,” tegas Jokowi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer