Connect with us

Daerah

Desa Montorna Sumenep Gelar Musrenbangdes, Ini Hasilnya

ZAWAIDUL ANAM

Published

on

Kegiatan Musrengbangdes yang dilaksanakan Desa Montorna, Pasongsongan, Sumenep, Senin, 04 Februari 2019 (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Pemerintah Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan dan Pembengunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2020, Senin, (04/02/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Camat Pasongsongan, Polsek Pasongsongan, Aparatur Desa, BPD, tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda Desa Montorna.

Kepala Desa Montorna, Nurhadi menyampaikan, kegiatan Musrenbangdes merupakan agenda rutin tahunan, yang bertujuan untuk menyatukan visi yang sama antara pemeritah desa dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang sejahtera dan mandiri.

“Tujuan dari Musrenbang adalah untuk menyatukan visi dalam pembangunan desa ini lebih maju,” ujarnya.

Nurhadi menambahkan, salah satu fungsinya adalah untuk mengetahui keluhan dari masyarakat Desa Montorna, yang kemudian dapat dirumuskan dan ditetapkan sebagai program pada tahun 2020.

“Ya fungsinya adalah serap aspirasi masyarakat yang nantinya akan kami (pemerintah desa, red) rumuskan jadi program prioritas di desa ini untuk tahun 2020 mendatang,” kata dia.

Selain itu, Nurhadi juga berharap kepada masyarakat untuk merawat setiap program yang sudah dilaksanakan menggunakan Dana Desa (DD).

Nurhadi menegaskan, hasil Musrenbangdes menyepakati beberapa program bersama diantaranya, jalan poros desa, jembantan poros desa, pengeboran air bersih, rumah tidak layak huni dan pembangunan puskesdes.

“Dari semua program yang diusulkan oleh masyarakat dan sudah disepakati akan menjadi program prioritas di tahun 2020 yaitu jalan poros desa,” terang Nurhadi.

Camat Pasongsongan melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan, Suherman menyampaikan dalam menetapkan usulan supaya lebih memperhatikan asas manfaat, sehingga hasilnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat Desa Montorna.

“Kegiatan Musrenbangdes tidak hanya menjadi suatu rutinitas tahunan dalam perencananan. Tetapi hasilnya diharapkan bisa mengakomodir setiap harapan masyarakat. Sehingga kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Suherman.

Baca Juga:  Sejauh Ini, 405 Orang Dilaporkan Meninggal Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Berita Populer