Connect with us

Elektoral

Demokrat Tantang Wacana Pemilihan Presiden oleh MPR

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menegaskan pihaknya menolak wacana pemilihan presiden melalui MPR.

Dia menegaskan memilih presiden secara langsung adalah hak rakyat yang tidak bisa dihilangkan dalam negara demokrasi.

“Kalau Pilpres oleh MPR, berarti kita mundur ke Orde Baru, maka hak rakyat milih pemimpin sudah tereliminir,” katanya Syarief, Kamis (15/08/2019).

Kendati demikian, ia sepakat bila memang ada upaya penguatan terhadap MPR, selain melaksanakan pemilihan presiden.

“Tapi kalau tugas MPR mau diperkuat mungkin saja bagus biar ada chek and recheck di pemerintahan,” ujarnya.

Syarief menyebut salah satu poin kewenangan MPR yang disetujui partainya ialah penggunaan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang ditetapkan oleh MPR. Demokrat menilai kehadiran GBHN akan menetapkan arah bangsa.

Syarief mengatakan partai terus mengkaji wacana penerapan GBHN. Untuk sementara ini, kata dia, partainya setuju karena GBHN berdampak positif bagi arah pembangunan.

“Perlu dipikirkan juga memang sih GBHN mungkin bagus karena tentang pembangunan jangka panjang. Jadi tiap ganti Presiden mengacu kesitu. Tapi ini perlu diperdalam mana yang lebih menguntungkan buat rakyat,” tuturnya.

Syarief memandang kehadiran GBHN akan membuat kebijakan pemerintah pusat dan daerah sejalan. Bahkan menurutnya program kampanye capres nantinya tak akan jauh dari GBHN itu.

“GBHN juga bagus jadi ada patokan bagi capres yang akan maju dan setelah terpilih acuan ke situ. Sekali pun Presiden ganti, arah pembangunan sama saja,” ucapnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer