Connect with us

Elektoral

Demokrat Sulit Buat Poros Baru di 2019

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA- JARRAK.ID- Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, meranggapan sulit bagi Demokrat untuk membentuk poros baru menandingi Jokowi dan Prabowo.  Apalagi, Hanta menilai, manuver PAN dan PKB yang belum jelas hampir pasti akan bergabung ke poros Jokowi atau Prabowo.

Kesimpulan itu disampaikan Hanta pada Ahad (18/02/2018) saat mendedahkan hasil Survei Poltracking yang dilakukan medio 27 Januari-3 Februari 2018. Berdasarkan survei Poltracking, hanya Jokowi dan Prabowo yang punya elektabilitas dua digit. Hasil ini didapatkan dari empat kali simulasi tiga nama bakal capres.

Selain itu, ingatan publik atas dua sosok petarung 2014 yakni Jokowi dan Prabowo belum bisa digantikan. Hanta mengatakan, hal itu terlihat dari hasil tracking survei sepanjang setahun ini yang dilakukan hampir semua lembaga survei.

Ia memastikan dari survei-survei tersebut, termasuk lembaganya, belum ada capres yang elektabilitasnya mencapai dua digit seperti Jokowi dan Prabowo.

“Realitasnya menunjukkan eletabilitas kita ukur, hanya nama itu (Jokowi dan Prabowo) yang muncul,” kata Hanta.

“Artinya 90 persen memilih di antara kedua orang itu, ketika Prabwo keluar, Jokowi nanti akan naik dan undecided-nya menjadi melambung juga, jadi terkonfirmasi dua tokoh itu masih kuat,” papar Hanta.

Dengan peta politik yang ada, Hanta menilai, langkah yang paling realistis bagi semua partai, termasuk Demokrat, menawarkan sosok terbaik di partainya sebagai cawapres Jokowi atau Prabowo.

“Sulit bagi SBY untuk membuat poros sendiri,” lanjut Hanta.

Survei Poltracking dilakukan pada 27 Januari-3 Februari dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer