Connect with us

Politik

Demokrat dan Gerindra Kompak Ajukan ‘Angket Iriawan’, Fadli Zon: Pemerintah Melakukan Penipuan

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Polemik kursi panas Iriawan sempat membuat sejumlah pihak merasa gerah. Sebelumnya, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya tak setuju dengan pelantikan Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen M Iriawan menjadi PJ Gubernur Jawa Barat.

Tidak hanya itu, menurut Ferdinand, Partai Demokrat sedang menyusun rencana untuk menggunakan hak angket DPR dalam polemik pengangkatan Iriawan ini.

“Demokrat berencana akan mengajukan hak angket di DPR,” kata Ferdinand saat ditemui, Senin, (18/06/2018).

Selain Demokrat, kini giliran Partai Gerindra yang ikut merasa kepanasan. Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon mendukung langkah Partai Demokrat untuk “menggoyang” kursi Iriawan melalui hak angket.

“Iya, kami juga mengusulkan agar ada angket itu, tadi saya sudah bicara dengan ketua fraksi (Gerindra). Saya kira kita dalam posisi mendukung usulan, ya mungkin nanti bersama Demokrat, mungkin juga dengan fraksi-fraksi lain yang punya pandangan sama. Ini bagian dari proses demokrasi juga, dan juga hak bagi DPR untuk menggunakan hak itu untuk melakukan penyelidikan,” kata Fadli kepada Jarrak.id, Senin, (18/06/2018) malam.

Fadli mendukung hak angket tersebut karena ia bersikukuh bahwa ada indikasi pelanggaran undang-undang atas pengangkatan Iriawan. Fadli bahkan menganggap pemerintah melakukan penipuan.

“Saya kira Gerindra juga mendukung usulan untuk hak angket karena sangat patut diduga bahwa pelantikan Penjabat Gubernur Jawa Barat dari perwira polisi aktif itu melanggar undang-undang.”

“Ini yang harus diselidiki melalui angket. Kita akan usulkan juga hak angket ini. Kita harus teliti juga asal usulnya, Mendagri mengatakan mengusulkan Sekjen Kemendagri. Tapi ternyata presiden memilih Iriawan itu kan. Jadi kita ini nanti dalam angket bisa kelihatan,” ucapnya dengan nada geram.

Bahkan Fadli menuding aksi pengangkatan Komjen Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat juga sebagai tindakan penipuan.

“Polemiknya kan di awal Januari. Dan waktu itu polemik mereda pasca Menkopolhukam mengatakan tidak akan memberi jabatan itu kepada perwira polisi aktif. Jadi saya kira kemudian itu berhenti,” sambung Wakil Ketua DPR tersebut.

Fadli dalam waktu dekat ini juga akan segera menggalang dukungan “Nanti pas sudah masuk, minggu depan,” pungkas Fadli.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer