Connect with us

Daerah

Dear Jokowi, Warga Tangerang Selatan Keluarkan Jutaan Rupiah untuk Sertifikat Tanah

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi warga memegang sertifikat tanah (Doc. Net)

TANGERANG – JARRAK.ID – Sejumlah warga di Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten mengaku harus mengeluarkan uang sampai jutaan rupiah untuk mendapatkan sertifikat tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Padahal dalam banyak kesempatan, Presiden Joko Widodo selalu menegaskan bahwa pengurusan sertifikat tanah melalui PTSL gratis alias tidak dipungut biaya.

“Saya kadang-kadang harus mengecek apakah sertifikat ini diberikan hanya ke bapak ibu di depan tadi atau betul-betul bapak ibu sudah pegang semuanya,” kata Jokowi kala itu.

Salah seorang warga di Kelurahan Pondok Cabe Ilir bercerita bahwa label gratis untuk sertifikat tanah tersebut tidak benar. Ia bisa mengatakan demikian karena keluarganya diminta membayar Rp2,5 juta untuk mengurus sertifikat tanah dalam program kebanggaan Jokowi itu.

“Bapak saya ikut program ini kan karena katanya gratis, tapi pas tanya ke RT ternyata harus bayar sekitar Rp2,5 juta,” kata warga yang enggan disebut namanya tersebut dilansir CNNIndonesia.com, Selasa, (31/01/2018).

Jumlah itu, kata dia, cukup mahal ketimbang pungutan yang diwajibkan di RT-RT lain yang rata-rata berkisar di angka Rp1,5 juta. Namun dari informasi yang ia ketahui, bahkan ada juga RT yang memungut Rp3,5 juta untuk mengikuti program ini.

Sejumlah warga tersebut sebetulnya sudah mengetahui terkait pernyataan Jokowi yang meminta masyarakat melapor kepada Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) jika dipaksa membayar administrasi dalam pembuatan sertifikat tanah, baik oleh pemerintah daerah maupun Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Namun banyak warga yang enggan melapor kepada Saber Pungli, karena warga mengaku mengurus sertifikat tanah melalui PTSL lebih murah dibandingkan mengurus secara reguler.

“Kita malah enggak enak karena sudah kenal dekat dengan RT setempat, jadi bayar-bayar aja enggak perlu ngadu lagi, enggak usah usik rezeki orang,” kata warga tersebut.

Baca Juga:  Dua Kadernya Jadi Pesakitan KPK, PDIP: Jangan Sampai Ada Unsur Politisasi

Menurut dia, uang yang diminta oleh RT sebesar Rp1,5 juta. Namun ia tidak mempersoalkan pungutan tersebut. Pasalnya ia mengaku bisa menghabiskan uang Rp15 juta jika mengurus sertifikat tanah jalur reguler.

“Lagipula mana ada sih yang gratis? Yang gratis kan cuma kentut,” katanya sambil terkekeh.

Sujadih, Ketua RT 05 RW 06 Pondok Cabe Ilir, tak menyangkal ada biaya sekitar ratusan ribu rupiah yang diminta untuk mengurus sertifikat tanah dalam program PTSL. Ia pun tak menutupi kemungkinan ada RT-RT yang menagih hingga Rp1,5 juta.

Tapi kata dia, uang yang dikeluarkan bersifat sukarela, bukan atas dasar paksaaan dari aparat desa atau kelurahan. Uang itu tegas dia, digunakan untuk orang yang melakukan pengukuran tanah dan lain-lain.

“Mungkin ada juga yang segitu, yang pasti sifatnya sukarela,” kata Sujadih.

Munadi, Lurah Pondok Cabe Ilir, mengaku tidak tahu sama sekali perkara pungli sertifikat tanah ini. Munadi menegaskan segala kebijakan yang dikeluarkan selama program PTSL di wilayahnya dilakukan oleh pejabat lurah sebelumnya.

“Kalau terkait biaya dan sebagainya, pada saat sertifikat ini dibagikan sama sekali Lurah Munadi kaga menangani. Terhitung Maret sampai Agustus 2018, saya sedang diklat. (Program) itu baru berjalan, saya masuk diklat enam bulan,” jelas Munadi.

Dari surat edaran yang dikeluarkan lurah sebelumnya, Munadi menjelaskan pengurusan sertifikat tanah dalam program PTSL itu memang gratis.

Ia berpendapat warganya sangat menyambut pembagian sertifikat tanah dari pemerintah ini. Selain secara biaya jauh lebih murah, prosesnya juga membutuhkan waktu relatif lebih cepat dibanding metode reguler. Ini sebabnya Munadi tampak agak keberatan perkara ini diungkit ke permukaan.

“Jadi bahasa saya, jangan tuh orang dibangun-bangunin. Dalam artian kata dikorek-korek dan sebagainya,” pungkas Munadi.

Baca Juga:  Aksi Protes, Mahasiswa Dorong Motor ke Kantor Pertamina di Aceh

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer