Connect with us

Politik

Dapat Peringatan Keras KPK, Bupati Tulungagung Masih Bandel

JARRAK.ID

Published

on

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta tersangka kasus suap sejumlah proyek pembangunan insfrastruktur yang sekaligus Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo untuk segera menyerahkan diri kepada lembaga anti rasuah tersebut.

Kendati demikian, sampai Sabtu, (09/06/2018) dini hari tadi, calon bupati petahana tersebut belum tampak batang hidungnya di KPK. Bahkan Syahri merilis video berdurasi 28 detik dari sebuah lokasi yang belum terlacak, dan mengaku dirinya hanya jadi korban politik.

“Satu lagi, bupati Tulungagung belum datang. Kami juga belum dapat informasi terkait rencana penyerahan diri tersebut,” kata jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu, (09/06/2018).

Dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Blitar dan Tulungagung, Rabu, (06/06/2018), KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka, termasuk Syahri dan Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar. Keenam orang itu menjadi tersangka atas kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di wilayah Blitar dan Tulungagung. Samanhudi telah menyerahkan diri kepada KPK pada Jumat, (08/06/2018) malam, sementara Syahri masih membandel dan tak merespons ultimatum KPK.

“Saya harap itu bisa didengar oleh pihak-pihak lain, khususnya satu tersangka lagi yang belum menyerahkan diri sampai saat ini,” tegas Febri.

Setelah menyerahkan diri, Samanhudi langsung diperiksa intensif oleh tim penyidik KPK. Dikatakan Febri penyerahan diri yang dilakukan Samanhudi sebaiknya diikuti oleh Syahri. Menurutnya, penyerahan diri ini akan memudahkan Syahri dalam menjalani proses hukum berikutnya.

“‎Tentu saja sepatutnya penyerahan diri ini akan lebih baik jika dilakukan oleh Bupati Tulungagung yang juga sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Febri.

Selain Samanhudi, tim penyidik juga memeriksa tersangka kasus suap lainnya. Salah satunya tersangka Susilo Prabowo. Usai menjalani pemeriksaan, Susilo menampik punya kedekatan dengan elite PDIP di wilayah Jawa Timur, termasuk Tulungagung maupun Blitar. Dia mengklaim semua pihak yang dikenalnya punya hubungan baik, termasuk di Blitar, daerah kekuasaan Samanhudi.

Baca Juga:  KPK: Tidak Ada Cuti Bagi Pemberantasan Korupsi

Enggak kok, di sana semua baik,” kata Susilo singkat dari dalam mobil tahanan KPK.

 

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer