Connect with us

Daerah

Dahnil Simanjuntak Belajar Memaafkan Panitia Kemah Pemuda yang Ambil Scan Tanda Tangan Dirinya

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan belajar memaafkan atas insiden pengambilan scan tanda tangan dirinya dalam LPJ Apel dan Kemah Pemuda Islam di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta tahun 2017 silam tanpa sepengetahuan dirinya. Sebelumnya panitia Apel dan Kemah Pemuda Islam tahun 2017 secara resmi sudah meminta maaf kepada Dahnil atas persoalan tersebut.

“Saya merasa sangat dirugikan dan terkejut ada scan tandatangan saya tersebut, terhadap kegiatan yang saya tak terlibat sama sekali, yang berujung fitnah oleh berbagai pihak terhadap saya dan keluarga. Saya berat sekali secara moral, namun telah terjadi. Saya berusaha belajar memaafkan,” kata Dahnil, Kamis, (29/11/2018) dilansir detikcom.

Dahnil mengaku terkejut saat ada scan tanda tangan dirinya di LPJ kegiatan tersebut. Padahal berkaitan dengan teknis kegiatan, Dahnil sama sekali tidak ikut campur.

“Sejak awal kegiatan tersebut sudah didelegasikan penuh kepada tim panitia karena yang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut adalah mereka yang berusia 15 sd 30 tahun sesuai UU Kepemudaan sehingga saya tidak pernah terlibat dalam pengelolaan kegiatan tersebut,” tutur Dahnil.

Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Rahardjo, menegaskan bahwa Ketum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018, Dahnil Anzar Simanjuntak, tak terlibat dalam penyusunan LPJ dana apel dan kemah yang diduga bermasalah.

“Kami menegaskan tidak adanya keterlibatan saudara Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018, dalam proses pelaporan dan tidak tahu menahu soal dokumen LPJ,” jelas Trisno selaku kuasa hukum PP Pemuda Muhammadiyah, Kamis, (29/11/2018).

“Tanda tangan dalam dokumen LPJ tersebut adalah hasil scan yang tidak diketahui oleh saudara Dahnil. Karena panitia berasumsi kegiatan tersebut telah terlaksana dengan baik, dan kami menganggap pelaporan tersebut (LPJ) hanya pelengkap administrasi,” tuturnya.

Baca Juga:  Pelanggaran HAM di Rezim Jokowi Sangat Tragis, Ini Buktinya

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer