Connect with us

Politik

Curhat Demokrat Soal SBY Jadi Sasaran Serangan Jelang Pilpres 2019

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan curhat soal serangan yang dialamatkan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang Pemilu 2019. Salah satunya soal pemberitaan di laman Asia Sentin

el yang menuding SBY terlibat dalam kegiatan pencucian uang sebesar Rp177 triliun.

Menurut Hinca, meski yang akan berkompetisi adalah Jokowi dan Prabowo Subianto, tetap saja SBY yang jadi sasaran serangan.

“Yang berkompetisi capres itu Pak Jokowi sama Pak Prabowo, tapi yang tiap hari digebukin ini Demokrat dan Pak SBY terus,” kata Hinca di gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, (17/09/2018).

“Ini Demokrat ini nggak pernah sepi dari berita, luar biasa mungkin saking seksinya. Terima kasih teman-teman sudah mendapat peluang juga bagi kami. Nggak ada masalah itu tadi, tapi yang benarlah,” ucapnya.

Hinca menegaskan kedatangan dirinya ke Dewan Pers dalam rangka melaporkan media Asia Sentinel, yang diketahui berbasis di Hong Kong.

Artikel John Berthelsen di Asia Sentinel yang dipermasalahkan Partai Demokrat berjudul ‘Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy‘.

Artikel itu memuat tudingan bahwa ada pencucian uang senilai USD 12 miliar lewat bank-bank di luar negeri oleh pemerintah SBY. Berita yang ditulis Berthelsen itu menceritakan bagaimana skandal Bank Century hingga berubah nama menjadi Bank Mutiara.

Berthelsen menulis artikel itu dengan mengacu pada laporan hasil investigasi setebal 488 halaman sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pekan lalu. Artikel itu mengungkap keterlibatan 30 pejabat Indonesia.

Baca Juga:  PDIP Pertanyakan Wacana Sanksi Demokrat untuk TGB Pasca Dukung Jokowi

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer