Connect with us

Daerah

CURANG! Pabrik Gudang Garam di Guluk-Guluk Diduga Ambil Sampel Tembakau Lebih 1 Kilogram

HOLIDI

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

SUMENEP – JARRAK.ID – Pabrik Gudang Garam yang berlokasi di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura diduga mengambil sampel tembakau petani melebihi ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Padahal berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelian dan Pengusahaan Tembakau pada Pasal 9 disebutkan bahwa pengambilan sampel tembakau paling banyak 1 kilogram dalam satu bal.

Namun demikian, kerap dijumpai pabrik yang nakal dan mengambil sampel melebihi ketentuan tersebut. Akibatnya, petani yang harus menanggung rugi.

“Lebih (1 kilogram tembakau untuk sampel, red), bisa sampai tiga kilogram. Alasannya mau digunakan sebagai poster ke Kediri (Pabrik Gudang Garam, red),” kata salah satu bandul tembakau yang meminta identitasnya disembunyikan kepada Jarrak.id, Minggu, (08/09/2019).

Menurut dia, dirinya dan sejumlah petani lain sering melakukan protes kepada pihak gudang akibat pengambilan sampel yang melebihi ketentuan. Namun kata dia, protesnya tidak pernah mendapatkan respon dari pihak gudang.

“Komplain sering. Karena sampel yang diambil terlalu banyak. Tapi tidak pernah didengarkan gudang,” sesal dia.

Ia juga berharap agar gudang tidak mempersulit pembelian tembakau milik petani.

“Kasian petani, banyak punya petani belum dibeli gudang,” tandas dia.

Hal sama juga disampaikan bandul tembakau lainnya. Ia mengaku bahwa sampel tembakau yang diambil pihak gudang lebih dari 1 kilogram. Namun ia tidak berani memprotes sikap sewenang-wenang pihak gudang.

“Lebih satu kilogram,” kata dia dihubungi terpisah melalui sambungan telepon.

Selain itu, petani lainnya mengaku bahwa saat ini harga beli gudang untuk tembakau miliknya hanya Rp30 ribu per kilogram. Bahkan ada yang Rp28 kilogramnya.

“Dalam setiap tahun saya pasti jual ke Gudang Garam disini (Kecamatan Guluk-Guluk, red),” kata dia.

Minta Petani Jangan Panen Muda

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumenep, Abd Hamid mengatakan bahwa pengambilan sampel tembakau sudah diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2012.

Selain itu, ia mengatakan bahwa gudang yang melakukan pembelian tembakau sudah memberitahukan kepada pihaknya sejak tanggal 19 Agustus 2019 lalu.

“Ada dua gudang yang melakukan pembelian tembakau. Gudang Garam di Kecamatan Guluk-Guluk dan di Gudang Garam yang berlokasi di Desa Patean,” kata Hamid saat dimintai keterangan oleh Jarrak.id, Minggu, (08/09/2019).

Sedangkan harga beli terendah Rp32 ribu dan harga atas Rp54 ribu untuk Gudang Garam di Patean. Untuk Gudang Garam yang di Guluk-Guluk harga bawah Rp32 ribu dan harga atasnya Rp52 ribu.

“Namun itu tergantung kualitasnya. Gudang yang tahu itu, (kualitas tembakau, red). Kadang ada petani yang tergesa-gesa sehingga panen muda khawatir tembakaunya tidak dibeli gudang. Padahal semua tembakau selama sesuai kualitasnya pasti dibeli,” imbuh Hamid.

Ia berharap agar gudang memperpanjang masa pembelian, sehingga semua tembakau milik petani bisa diserap.

Ia juga menghimbau gudang lebih memprioritaskan tembakau milik petani lokal dibandingkan tembakau dari luar Madura.

“Harus prioritaskan tembakau milik petani,” tegas Hamid.

Ditanya tentang keluhan dari bandul tembakau soal gudang nakal yang mengambil sampel melebihi 1 kilogram, ia mengatakan sudah ada tim pengawas yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang bertanggung jawab melakukan pengawasan saat proses pembelian tembakau oleh pihak gudang.

Prioritaskan Tembakau Petani Sekitar

Sementara itu, Direktur PT Giri Dipta Sentosa, Tamsil Effendy mengatakan pihaknya siap menyerap tembakau milik petani baik di Guluk-Guluk secara khusus dan milik petani Madura secara umum.

“Kita sejak awal memprioritaskan tembakau milik petani di wilayah Guluk-Guluk,” kata dia ditemui di ruang kerjanya.

Namun ia juga tidak bisa memastikan berapa jumlah tembakau yang akan diserap dari petani untuk pembelian tahun ini.

“Tapi kita akan memberikan kesempatan semua tembakau petani di Guluk-Guluk bisa diserap. Makanya kita koordinasi dengan kepala desa. Kita minta kepala desa untuk menunjuk orang yang mengerti tembakau,” tegas dia.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pihak gudang mengambil sampel dari bandul tembakau paling banyak 1 kilogram.

“Selama ini tidak ada bandul tembakau yang mengeluh soal jumlah pengambilan sampel,” tandas dia.

Advertisement

Populer