Connect with us

Politik

CATATAN REDAKSI: Kado Pahit untuk AHY di Hari Ulang Tahun yang ke-40

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Agus Harimurti Yudhoyono (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Keputusan Prabowo Subianto yang memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres untuk Pemilu 2019 seakan menjadi kado pahit bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pasalnya dalam banyak kesempatan, nama AHY masuk dalam daftar kandidat kuat cawapres Prabowo usai Gerindra dan Demokrat sepakat untuk koalisi.

Pasca AHY tak jadi dipinang Prabowo, Demokrat secara tegas menyatakan keluar dari kesepakatan koalisi dengan Gerindra. Padahal untuk mencapai kata sepakat koalisi, Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan berjilid-jilid.

Keputusan Prabowo yang diluar ekspektasi publik masih menyisakan luka yang cukup dalam, terutama bagi AHY yang hari ini (10/08/2018) merayakan ulang tahunnya ke-40. Seakan menjadi pelengkap derita, masa depan politik AHY ‘makin suram’, terutama dalam Pilpres 2019.

Padahal jauh sebelum riuh Pilpres 2019 menggema, AHY oleh Demokrat disebut sebagai the futere leader. AHY sengaja disiapkan oleh Demokrat untuk ikut dalam kontestasi Pilpres 2019.

Demokrat memberikan panggung politik pertama bagi AHY untuk mencicipi kerasnya medan laga politik dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Sekalipun pada akhirnya AHY harus kandas, tapi secara elektoral nama AHY mulai diperhitungkan kendati usianya masih belia dalam panggung politik nasional.

Tapi panggang sudah jauh dari api. AHY harus menyimpan baik-baik mimpi besarnya untuk menjadi cawapres, setidaknya sampai tahun 2024 mendatang.

Pesan buat AHY: Politik itu bukan soal popularitas dan elektabilitas, tapi soal kompromi, maka haram hukumnya dalam politik jika keputusan terlalu dipaksanakan.

Nasehat buat AHY: Ingat, menuju puncak kekuasaan itu bukan hanya bermodal nama besar keluarga, tampang, dan jago pidato. Tapi harus melalui proses panjang yang tidak mudah.

Advertisement

Populer