Connect with us

Politik

Caleg Eks Koruptor Ditandai, Gerindra: KPU Bisa Melanggar HAM

JARRAK.ID

Published

on

Waketum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Partai Gerindra menilai rencana memberi tanda pada caleg eks koruptor oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kalau misal dicap napi koruptor itu ya kan melanggar hukum dan HAM juga,” kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, (19/09/2018).

Dasco meminta KPU harus hati-hati dalam memberikan tanda pada eks koruptor pada kertas surat suara. Menurut Dasco, rencana itu harus dibicarakan matang-matang.

Lagi pula, sebut Dasco, sudah ada ketentuan yang mengatur eks koruptor itu untuk mengumumkan kasus korupsi yang pernah menjeratnya.

“Napi korupsi itu atau napi lain yang pernah dihukum kan menurut ketentuan harus men-declare bahwa dia sudah pernah dihukum dan perkaranya apa, kapan, di mana. Itu kan ketentuannya. Nah, para calon ini kan sudah declare,” sebut anggota Komisi III DPR itu.

“Kalau kemudian di KPU dikasih tanda khusus bahwa yang bersangkutan sudah declare gitu untuk mengingatkan masyarakat itu nggak masalah,” lanjut Dasco.

KPU mempertimbangkan memberi tanda eks napi korupsi dalam surat suara Pemilu 2019. Namun hal ini tidak dilakukan bila dianggap diskriminatif.

“Daftar semua calon dipasang di TPS, tapi pertanyaannya kemudian kalau KPU menandai calon tersebut dalam daftar calon jadi diskriminatif atau tidak. Kalau jadi diskriminatif, KPU mempertimbangkan untuk tidak melakukan itu. Apalagi di surat suara, tentu saja tidak,” ujar komisioner KPU Hasyim Asyari di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa, (18/09/2018).

Baca Juga:  Di Depan Prabowo-Sandi, Rachmawati Terisak Mengenang Soekarno Saat Upacara HUT RI ke-73

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer