BUMN Raup Laba Rp 200 Triliun

2 min read

Menteri ESDM RI Rini Soemarno/Pic. RMOL

JAKARTA – JARRAK.ID – Target perolehan laba yang dipatok oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 200 triliun.

Capaian tersebut diperoleh dari 143 BUMN pada tahun 2018. Sampai saat ini capaian tersebut diharapkan untuk terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya sebesara Rp 183 triliun.

Menurut data yang disebutkan oleh Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro, perolehan laba perusahaan milik negara pada permulaan pemerintah Kabinet Kerja hanya berjumlah Rp 140 triliun.

Namun sampai saat ini, kabarnya raihan laba tersebut terus meningkat hingga 2 persen hingga berjumlah Rp 183 triliun.

“Profitability ketika Ibu Rini masuk menjadi Menteri masih sekitar Rp140 triliun, sekarang hampir Rp180 triliun. Bu Menteri justru harapannya tahun ini bisa tembus Rp200 triliun,” tutur Imam, Rabu (28/3/2018).

Dalam kurun tiga tahun terakhir, jumlah perusahaan pelat merah yang merugi berkurang dari semula 26 perusahaan menjadi hanya 12 perusahaan pada 2017. Ini menjadi salah bukti berkembangnya pengelolaan BUMN dari pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, perolehan laba BUMN dari tahun ke tahun kian meningkat, yakni pada 2015 tercatat sebesar Rp149 triliun, 2016 sebesar Rp164 triliun, dan 2017 sebesar Rp183 triliun. Oleh karena itu, diharapkan data-data selanjutnya yang mengabarkan keberhasilan tersebut.

Bertepatan dengan rangkaian Peringatan HUT Ke-20 Kementerian BUMN, Imam menjelaskan usia kementerian tersebut kini semakin dewasa dan diharapkan memiliki konsep serta gagasan rencana Kementerian BUMN hingga 20 tahun mendatang.

Karena dengan adanya konsep yang matang, gagasan yang matang akan menjamin program dan keberhasilan BUMN ke depan. Sekurang-kurangnya sesuai dengan patok yang telah disepakati oleh BUMN sendiri.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno pada “kick-off” peringatan HUT Ke-20 Kementerian BUMN di Walini, Bandung Barat, mengingatkan 143 perusahaan BUMN untuk tidak berkompetisi dan saling menjatuhkan, sehingga membuat banyak BUMN menjadi tidak sehat.

Oleh karena itu, jika masih ingin berkompetisi setidaknya dengan cara sehat agar tidak merugikan satu sama lain. Pasalnya, jika saling menjatuhkan akan menjauhkan dari target yang telah ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *