Connect with us

Mancanegara

Bulan Mei, AS Buka Kedubes Sementara di Yerusalem

JARRAK.ID

Published

on

WASHINGTON DC – JARRAK.ID – Amerika Serikat (AS) pada Jumat (23/02/18), mengatakan akan membuka Kedubes di Yerusalem untuk Israel pada Bulan Mei. Pembukaan Kedubes itu bertepatan dengan peringatan ke-70 berdirinya Israel.

“Pembukaan kantor Kedubes tersebut akan bertepatan dengan ulang tahun Israel yang ke-70,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.

Untuk awalnya, kantor sementara Kedubes AS di Yerusalem nantinya akan menempati sebuah bangunan yang digunakan sebagai konsuler di kawasan Arnona, sebelum nantinya didapatkan lokasi untuk kantor permanen.

“Perencanaan dan kontruksi nantinya akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Di kantor sementara nantinya hanya aka nada ruang untuk duta besar dengan staf kecil,” Kata Nauert.

Sedangkan untuk Kedubes AS di Yerusalem direncanakan rampung sepenuhnya pada akhir tahun depan dan dibangun di kawasan Arnona dengan ruang yang lebih luas dan lebih banyak staf.

Perdanan Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyambut baik pengumuman AS sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Donald Trump atas kepemimpinan dan persahabatannya.

“Ini akan menjadikan perayaan tahun berdirinya Israel sebagai peryaan nasional yang lebih besar lagi,” kata Netanyahu.

Pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem pada Mei, berlangsung lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Wakil Presiden AS Mike Pence bulan lalu mengatakan di parlemen Israel bahwa pemindahan kedutaan akan berlangsung pada akhir 2019.

Kabar soal pembuakaan kedutaan AS itu disikapi Palestina dengan kemarahan. “Ini adalah langkah yang tidak bisa diterima. Langkah sepihak apa pun tidak akan memberikan keabsahan bagi siapa pun dan akan menjadi penghambar setiap upaya untuk mewujudkan perdamaian di kawasan,” kata juru bicara Presiden Palesna, Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdainah.

Baca Juga:  17 Orang Tewas Tertimbun Gunungan Sampah di Mozambik

Pengumuman itu membuat negara Arab sekutu AS serta membuat cemas Palestina, yang menginginkan wilayah timur Yerusalem sebagai ibu kota abakal negarnaya. Tidak ada negara lain yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan Trump itu telah menabur perselisihan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa menyangkut upata perdamaian di Timur-Tengah.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 06 Desember 2017. Sebuah tindakan yang memicu aksi petentangan di berbagai kota di dunia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer