Connect with us

Politik

BPN Klarifikasi Pernyataan Prabowo: Tak Ada Maksud Membuat SBY Kecewa

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam jumpa pers usai pertemuan di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Desember 2018 (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan bahwa, Prabowo tidak pernah bermaksud membuat kecewa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyusul pernyataan Prabowo soal pilihan politik Ani Yudhoyono.

“Pertama tidak ada maksud Pak Prabowo untuk mempolitisasi soal pernyataan beliau soal Bu Ani. Beliau (Prabowo) itu kan ditanya wartawan, Pak Prabowo juga mungkin ya merasa senang, ada kebanggaan tersendiri bahwa Bu Ani memilih beliau dan itu menjadi salah satu kenangan,” kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa, (04/06/2019).

Dia menegaskan, Prabowo juga tidak berusaha memperkeruh suasana, terlebih SBY sedang berduka usai ditinggal Ani Yudhoyono.

“Jadi beliau menyampaikan itu tanpa bermaksud mempolitisasi, lalu memperkeruh suasana dalam suasana berduka ini, hanya spontan saja,” jelasnya.

Menurut Politikus Gerindra itu, Prabowo merasa senang lantaran Ani Yudhoyono mendukungnya di Pilpres 2014 dan 2019. Andre pun meminta semua pihak tak memperpanjang pernyataan Ketum Partai Gerindra itu.

“Menurut pendapat pribadi saya pernyataan itu dikeluarkan Pak Prabowo karena beliau merasa senang bahwa Bu Ani memilih beliau suatu kebanggaan bagi beliau. Tidak ada maksud lain. Saya rasa tidak perlu diperpanjang masalah ini ya,” tutur Andre.

Sebelumnya, sebuah video dengan narasi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersinggung dengan ucapan Prabowo Subianto beredar di media sosial. Partai Demokrat menjelaskan duduk perkara persoalan itu.

Video yang beredar di medsos ini adalah rangkaian dari momen takziah Prabowo ke rumah SBY di Cikeas, Gunung Putri, Jawa Barat, Senin (03/06/2019).

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean mengungkapkan peristiwa tersebut bermula dari keterangan Prabowo yang menyinggung soal pilihan politik sang istri, Ani Yudhoyono yang baru saja tutup usia pada Sabtu (01/06/2019) lalu. SBY, kata dia, kecewa dan tidak nyaman dengan pernyataan Prabowo saat jumpa pers di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga:  Rommy Seret Nama Khofifah dalam Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag, Ini Kata AHY

“Ya ini kan bermula dari keterangan Pak Prabowo yang menyatakan bahwa beliau dipilih Bu Ani 2014, 2019. Ini kan sesuatu yang tidak elok dibicarakan, tidak baik, dan tidak patut bicara politik pada saat suasana duka,” kata Ferdinand kepada wartawan, Selasa (04/06/2019).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer