Connect with us

Daerah

BPI KPNPA RI Bongkar Dugaan Korupsi dan Gratifikasi Rektor Universitas Jambi, Ini Bukti-buktinya

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Tubagus Rahmad Sukendar saat melaporkan dugaan korupsi dan gratifikasi yang melibatkan Rektor Universitas Jambi ke Kejaksaan Agung (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Tubagus Rahmad Sukendar mengaku pihaknya menerima laporan secara tertulis dari masyarakat soal dugaan korupsi dan gratifikasi yang melibatkan Rektor Universitas Jambi.

Menurut Sukendar, dalam perkara ini yang diduga bertindak sebagai pemberi suap dan gratifikasi adalah PT Delta dan Belimbing agar mereka mendapatkan proyek. Saat ini kata dia, pihaknya sudah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi tersebut ke Kejaksaan Agung.

“Laporan dari masyarakat sudah ditindaklanjuti, dan sudah secara resmi kita laporkan ke Kejaksaan Agung pada Senin, (27/05/2019),” kata dia di Sekretariat BPI KPNPA RI, Tangerang Selatan, Senin, (27/05/2019).

Dia berharap, kasus dugaan korupsi yang dilaporkan pihaknya segera ditangani dan diproses oleh aparat penegak hukum.

Sementara itu, Kepala Satgas Tipikor BPI KPNPA RI, Budi Setiawan mengaku bahwa pihaknya mendapatkan respon positif saat melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung.

”Kami dari BPI KPNPA RI segera menindaklanjuti dengan menyambangi langsung Kantor Jaksa Agung Muda Pidana Khusus. Alhamdulillah, kami diterima dengan baik oleh Sesjampidsus Kejaksaan RI yang didampingi Kasubdit Yanduan Pidsus Kejaksaan RI,” kata dia.

”Hasil dari pemeriksaan pihak Pidsus Kejaksaan, dan atas kelengkapan dokumen, bahwa diduga kasus tersebut sarat dengan korupsi. Bahkan, kami pun melayangkan surat ke KPK,” imbuh Budi.

Berdasarkan hasil analisa BPI KPNPA RI, Rektor Universitas Jambi periode 2016-2020 isinyalir menerima hadiah berupa sebuah mobil CRV BH dari kontraktor pada masa pesta pernikahan anaknya yang pertama dengan kompensasi proyek. Selain itu, juga diduga terindikasi melakukan pencucian uang dengan membeli 2 buah mobil Fortuner sekaligus pada tahun 2018 dan kebun sawit.

Baca Juga:  Jika Mangkir Panggilan Pemeriksaan, Polisi Akan Jemput Paksa Enam Artis

Adapun dugaan gratifikasi 4 (empat) unit mobil yang diberikan kepada oknum Rektor Universitas Jambi, diantaranya;

1. Mobil Kijang Inova tahun 2012,dengan No Pol BH 297, STNK a/n Muhammad Al Haadi Nugraha, anak ketiga Rektor,

2. Mobil Fortuner tahun 2018dengan No Pol BH 1539 NE, a/n  Eva Sholia Rozanna istri Rektor,

3. Mobil Fortuner tahun 2016, dengan No Pol BH 224 MV, a/n anak kedua Rektor,

4. Mobil CRV dengan No Pol BH 1173 AP, a/n Rektor sendiri.

”Kami akan menindaklanjuti temuan yang dilaporkan ke BPI KPNPA RI, dengan sesegera mungkin mengirimkan Tim Khusus untuk melakukan Suverpisi ke Universitas Jambi,” tandas Sukendar.

Advertisement

Berita Populer