Connect with us

Daerah

Bola Panas Kasus Dugaan Penganiayaan Kades Manding Laok Sumenep Terhadap Warganya

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Kapolsek Manding, Sumenep, AKP Suharto (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Kapolsek Manding, Sumenep, AKP Suharto angkat bicara perihal pencatutan namanya oleh salah satu media online lokal di Sumenep, soal dugaan penganiayaan oleh Kepala Desa (Kades) Manding Laok, Eis terhadap warganya sendiri, Sadiq.

Menurut Suharto, selama ini dirinya tidak pernah memberikan pernyataan apapun kepada media soal insiden tersebut.

“Saya memang tidak pernah memberikan statement sama sekali, dan saya memang tidak pernah ketemu, termasuk dengan LSM GMBI,” kata Suharto kepada Jarrak.id saat ditemui di kantornya, Rabu siang, (29/08/2018).

Ditanya soal apakah laporan dari korban masuk ke Polsek Manding, Suharto menegaskan bahwa waktu kejadian dirinya sempat ditelfon anah buahnya untuk memberitahukan jika ada warga yang mau laporan.

“Karena di Polsek Manding sudah banyak orang dari dua kubu, baik korban dan terduga pelaku, maka tidak jadi laporan dan langsung laporan ke Polres Sumenep,” tegas Suharto.

Kendati demikian, Suharto menegaskan untuk mencegah persoalan semakin memanas, pihaknya meminta Bhabinkamtibnas untuk menghimbau warga jangan terprovokasi, dan percayakan penyelesaian masalah kepada proses hukum.

Sementara itu keluarga korban, Fawaid menyesalkan aksi dugaan penganiayaan oleh Kades Manding Laok terhadap warganya sendiri. Seharusnya kata Fawait, kepala desa harus bertindak sebagai ayah bagi warganya sendiri.

Keluarga korban dugaan pemukulan, Fawait (Doc. JARRAK)

“Sebagai pemimpin di desa kan seharusnya mengayomi dan mendidik. Kalau memang ada sikap dan perilaku warganya yang dianggap keliru, semestinya diselesaikan dengan cara baik-baik, bukan justru dipukul. Penyelesaian masalah seperti ini kan kurang baik,” kata Fawaid saat dihubungi secara terpisah.

Fawaid beralasan, proses hukum yang ditempuh pihaknya untuk memberikan efek jera kepala terduga pelaku, agar tidak sewenang-wenang terhadap warganya.

Baca Juga:  Tiga Kesaksian Kesederhanaan Artidjo, dari Soal Soto hingga Nasi Padang

“Secara kekeluargaan kita sudah menerima semua yang terjadi, tapi yang pasti proses hukum tetap berjalan,” imbuh Fawaid.

Fawaid berharap semua rangkaian hukum dapat dijalankan dengan baik dan profesional. Selain itu, Fawaid mengaku pihaknya sudah menghubungi dua advokat untuk memberikan pemdampingan hukum terhadap korban.

“Itu semua diurusi oleh LSM GMBI. Kalau dari pihak keluarga tidak ada,” kata Fawaid.

“Bahkan hasil visum terhadap korban sudah diselesaikan oleh Puskesmas Manding, tinggal menunggu dijemput Polres Sumenep. Kita berharap kades mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan kejinya terhadap korban,” tandas Fawaid.

Sebelumnya kasus dugaan penganiayaan yang  diduga dilakukan Kades Manding Laok resmi dilaporkan ke Polres Sumenep dengan Nomer Laporan: STPL/236/VIII/2018/Jatim/res.smp.

Sadiq korban dugaan penganiayaan oleh oknum kepala desa setempat (Doc. JARRAK)

Akibat aksi penganiayaan ini, Sadiq sempat menjalani perawatan intensif di Puskesmas Manding karena mengalami luka parah di bagian pelipis kirinya. Tetapi saat tim Jarrak.id kembali mendatangi Puskesmas Manding pada Rabu siang, (29/08/2018), korban sudah pulang.

Berita Populer