Connect with us

Politik

BNPT Gagal Bujuk Aman Abdurrahman untuk Dukung Program Deradikalisasi Pemerintah

JARRAK.ID

Published

on

Terdakwa kasus tindak pidana terorisme, Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (Doc.Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris mengakui pihaknya mendapatkan kesulitan dalam melalukan pembinaan terhadap para napi terorisme, terutama untuk merubah cara pandang mereka yang radikal.

Kesulitan itu juga terjadi ketika BNPT berupaya melakukan program deradikalisasi terhadap pentolan Jaringan Ansharut Daulah (JAD), Aman Abdurrahman.

Menurut Irfan, pihaknya telah membagi empat tingkatan program deradi‎kalisasi dalam membina para napiter. Kendati demikian, sambungnya, untuk merubah pola pikir para napiter harus dimulai dari mereka sendiri.

“Empat level radikal dalam lapas masing-masing memiliki strategi. Yang memberi Hidayah untuk berubah seseorang, kewenangan tuhan, tugas sesama manusia saling mengajak ke jalan yang benar,” kata Irfan saat saat dikonfirmasi, Minggu, (27/05/2018).

Irfan menjelaskan, semua napi teroris sebenarnya bisa dirubah pola pikirnya. Tinggal para napi terebut mau atau tidak merubah pemikirannya ke arah yang benar.

“Semua radikal bisa di deradikalisasi tapi bukan kita yang memutuskan berubah tidaknya seseorang. Inti deradikalisasi, pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mati pimpinan Jaringan Ansharut Da‎ulah (JAD), Aman Abdurrahman‎. Tim Jaksa menilai Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurrahman mempunyai pengaruh dalam beberapa serangan teror di Indonesia.

Aman angkat bicara terkait tuntutan mati yang dilayangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU)‎ tersebut. Pimpinan ISIS di Indonesia itu angkat bicara lewat nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan mati yang dilayangkan JPU.

Celotehan-celotehan Aman saat mengungkapkan nota pembelaannya dapat dikatakan cukup kontroversial. ‎Dalam pleidoinya, Aman mengaku tidak takut divonis mati, bahkan, Aman sempat memilih keluar penjara dalam keadaan mati ketimbang damai dengan pemerintah.

Baca Juga:  Bacakan Pledoi, Aman Abdurrahman Sebut Bom Surabaya Tindakan Keji dengan Dalil Jihad

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer