Bertemu Jurnalis Lokal, Nevi Zuairina Sampaikan Setahun Kinerjanya Sebagai Legislator

3 min read

Jakarta, Jarrak.id | Sebanyak 30 wartawan dari berbagai media lokal menggelar pertemuan dengan Anggota Fraksi PKS DPR RI Nevi Zuairina dalam rangka reses wakil rakyat, Jumat (31/7) di Safari Garden Nipah Kota Padang.

”Sengaja berinteraksi dengan wartawan saat reses ini, karena ibu menilai ada aspirasi riil yang disuarakan kawan-kawan media dalam rangka menggali aspirasi masyarakat untuk masa sidang DPR RI berikutnya,”ujar Nevi Zuairina.

Nevi yang terkenal ‘garang’ menyuarakan soal UMKM dan Dana talangan BUMN di Komisi VI DPR RI, menyampaikan bahwa hingga saat ini UMKM masih menjerit karena pandemi belum berakhir.

”Harus ada perhatian khusus pemerintah terhadap kondisi krisis pandemi saat ini, tidak pinjaman ya tapi dana hibah atau bantuan tanpa pengembalian kepada pelaku UMKM terdampak. Kalau perlu ada bimbingan dan pendampingan hingga meraka selamat dari ancaman gelombang jatuhnya nya ekonomi,”ucapnya.

Pada bagian lain Nevi juga menyampaikan soal kerasnya Fraksi PKS terhadap RUU Cipta Kerja, karena dinilai mengkebiri koperasi dan kontradiktif dengan RPJM Nasional serta bisa mematikan industri dalam negeri.

”Mengurus negara ini jangan kesannya baik menurut pemikiran pemerintah saja, tapi harus ada uji aspirasi masyarakat terhadap rencana itu, soal pembahasan, ada pro-kontra itu biasa saja,” tutur Nevi.

Ia menambahkan, bahwa serap pendapat masyarakat ini sangat besar pengaruhnya terhadap sebuah kebijakan. Semakin luas jejak pendapat, semakin mengakomodir banyak kepentingan. Ia mengatakan, bahwa semua kepentingan tidak dapat di akomodir semua, tapi mengakomodir kemaslahatan masyarakat yang besar skalanya menjadi sangat penting dan mendesak.

Nevi mengaku dirinya masih harus banyak belajar guna memperkaya khasanah keilmuan dan pengetahuan agar lebih luas dan mendalam. Hampir satu tahun ini Nevi menyapa 500 titik simpul rakyat. Menurutnya, proses masih berjalan terus, dan kinerja akan terus dilanjutkan.

”Ini enaknya bertemu kawan-kawan wartawan, tak semuanya serius, ada guyonan tapi sarat makna perjuangkan aspirasi rakyat. Tidak salah anggapan kalau wartawan itu penyuara aspirasi rakyat tanpa dewan atau wakil rakyat tanpa dewan,” ungkap Nevi.

Selama menjadi wakil rakyat, Nevi Zuairina dikenal sebagi ibunya UMKM Indonesia. Pasalnya Nevi Zuairina setiap bersuara pasti selalu menyampaikan kondisi UMKM dan mengajak pemerintah ramah kepada UMKM. Termasuk Nevi Zuairina mengatakan soal Kredit Usaha Rakyat (KUR) pakai agunan riil, sebenarnya tidak begitu.

”Tapi tetap ada agunan karena bank nggak mau bersiko, soalnya sosialisasi kepada rakyat tidak dipahami full. Masih ada rakyat beranggapan kalau uang dari pemerintah disalurkan bank tidak perlu dikembakikan. Harusnya tidak begitu, karena KUR itu prinsipnya dana bergulir,” papar Nevi yang sejak Oktober 2019 sudah menyapa konstituen yang memilihnya di lebih seribu titik pada Dapil Sumbar 2.

Bahkan Nevi tidak sekedar menyapa, politisi perempuan PKS ini juga membangun infrastruktur penunjang kerja wakil rakyat di Dapil-nya, Nevi Zuairina membentuk Tim Hj Nevi Zuairina sampai Kecamatan.

Terhadap pembangunan jalan tol di Sumatera termasuk ruas tol Sumbar-Riau, ternyata FPKS DPR RI, satu-satunya fraksi yang menolak pemberian PMN (penyertaan Modal Negara) untuk Hutama Karya yang tengah melakukan pembangun jalan tol tersebut.

”Alasan penolakan, meski jalan tol itu ada di Dapil saya, karena Fraksi PKS lebih melihat faedahnya tol. Tol itu bisa ditunda, tapi pemberdayaan dan penguatan ekonomi rakyat saat ini mendesak. Jadi itu alasannya mengapa PMN untuk Hutama Karya dialihkan ke program pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (wok)

Editor: GR