Connect with us

Bisnis

Bersiaplah, Smartphone Berbasis Android Akan Lebih Mahal dari IPhone, Ini Sebabnya

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Anda pecinta ponsel pintar berbasis android?Bersiaplah karena Google selaku pemilik hak atas platform android kabarnya tidak akan menggratiskan lagi penggunaan Operating System (OS) tersebut kepada para produsen ponsel pintar.

Wacana tersebut mencuat setelah Google dijatuhi hukuman denda sebesar 4,34 miliar Euro atau setara dengan Rp 72,8 trilliun. Hukuman yang dijatuhkan kepada perusahaan raksasa teknologi tersebut lantaran Google disinyalir melakukan monopoli atas platform mobile dengan “memaksakan” penggunaan OS Android.

Terkait sanksi tersebut, pihak Google yang diwakili oleh CEO-nya Sundar Pichai mengancam tidak akan memberikan Android kepada produsen ponsel pintar secara cuma-cuma lagi. Nantinya jika ancaman Sundar tersebut benar diwujudkan, maka produsen ponsel pintar harus membayar kepada Google.

Pihak yang paling terdampak atas ancaman Google tersebut jika memang terjadi adalah konsumen ponsel pintar. Digratiskannya Android kepada produsen ponsel pintar sebelumnya dapat membuat para produsen smart phone membuat berbagai produk bervariasi dengan tingkat harga yang juga beragam.

Namun jika nanti Google mematok harga atas OS Androidnya itu bukan tidak mungkin harga sebuah ponsel pintar berbasis Android bisa lebih mahal dari IPhone produksi Apple.

“Android mungkin alasan utama anda bisa membeli komputer saku dengan kemampuan magis dengan harga di bawah USD 200,” tulis kolumnis Boston Globe, Hiawatha Bray, seperti dikutip Jarrak.id dari Boston Globe, Jumat, (20/07/2018).

Sebenarnya, sebelum sanksi denda ini dilayangkan kepada Google, pihak Google sendiri sudah mendapatkan untung besar meski memberikan platform Androidnya secara gratis kepada para produsen ponsel pintar. Pasalnya, Google mendapatkan fee dari iklan yang dipajang di browser Chrome.

“Pembuat ponsel harus setuju untuk menggunakan mesin pencari dan browser Chrome milik Google, yang mengumpulkan data pengguna untuk mesin iklan milik Google yang sangat akurat, yang menghasilkan pendapatan senilai miliaran,” jelas Bray.

Baca Juga:  Tips Cek dan Bayar Listrik PLN dengan Cepat, Aman, dan Tercatat

Keadaan ini dikhawatirkan akan membuat para produsen ponsel pintar ramai-ramai meninggalkan Google. Jika itu terjadi, maka konsekuensinya adalah Google tak lagi mendapatkan fee dari iklan sehingga terpaksa harus mematok harga atas Android.

Nantinya jika produsen harus benar-benar membayar pada Google atas platform Android, kemungkinan yang pasti akan terjadi adalah semakin mahalnya ponsel berbasis Android. Bahkan akan lebih mahal dari IPhone.

“Jadi kita mungkin saja harus membayar harga iPhone untuk ponsel Android,” tandas Bray.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer