Connect with us

Daerah

Berkat Perlawanan Warga, Reklamasi Teluk Benoa Resmi Dibatalkan

JARRAK.ID

Published

on

Puluhan massa yang yang tergabung dalam Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali) menolak reklamasi Teluk Benoa (Doc. Net)

DENPASAR – JARRAK.ID – Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI), Gendo Suardana menyebut gagalnya proyek reklamasi Teluk Benoa merupakan kemenangan bagi masyarakat Bali.

Proyek reklamasi Teluk Benoa gagal dilaksanakan oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI). Izin lokasi reklamasi yang dipegang perusahaan tersebut dianggap telah kedaluarsa sejak 26 Agustus lalu. Bahkan, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) proyek reklamasi Teluk Benoa juga dinilai tidak layak karena aspek sosio kultural yaitu adanya penolakan dari masyarakat.

“Amdalnya tidak lulus kelayakan, pada saat yang sama izin lokasinya tidak berlaku, maka otomatis proyek berhenti atau gagal. Teluk Benoa terselamatkan dari reklamasi seluas 700 hektar oleh PT TWBI,” kata Koordinator ForBALI, Gendo Suardana, Selasa, (28/08/2018) dilansir CNNIndonesia.com.

Gendo berharap kemenangan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Bali agar berani melawan berbagai kebijakan pembangunan pemerintah, yang dianggap bertentangan dengan keutuhan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

“Kemenangan yang diperoleh rakyat Bali ini tidak boleh memadamkan semangat untuk tetap mengkritisi pemerintah karena masih ada perjuangan selanjutnya untuk mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi,” kata Gendo.

Koster Janji Batalkan Reklamasi

Sementara itu, pasangan calon gubernur Bali terpilih, I Wayan Koster juga berjanji akan membatalkan rencana reklamasi Teluk Benoa yang berada di Kabupaten Badung demi menyelamatkan mangrove.

“Begitu saya dilantik, maka surat akan saya kirimkan kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan kewenangan rencana reklamasi Teluk Benoa ini,” kata Koster saat di Kantor Transisi, Denpasar, Jumat, (24/08/2018) seperti dikutip Antara.

I Wayan Koster bersama istri (Doc. Net)

Koster berjanji kawasan Teluk Benoa akan kembali digunakan sebagai kawasan pelestarian hutan mangrove. Koster juga akan menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pelanggaran di wilayah hutan mangrove.

Baca Juga:  Gubernur Bali Akan Sikat Habis Jaringan Usaha Ilegal Milik Warga Negara China

Koster juga akan meminta pemerintah pusat hingga Pemerintah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, serta pihak ketiga dan pihak lain yang memiliki kewenangan langsung maupun tidak langsung agar menghentikan atau tidak melanjutkan proses reklamasi dalam bentuk apapun.

“Termasuk studi kelayakan, analisa dampak lingkungan, dan kegiatan lain sepanjang berkaitan dengan rencana reklamasi Teluk Benoa,” ucap Koster, didampingi Cawagub Cok Ace dan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama.

Koster juga mengimbau kepada masyarakat yang pro dan kontra terhadap reklamasi agar tidak menggelar aksi demonstrasi untuk membangun suasana kondusif.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer