Berhasil Menangkap Djoko Tjandra, Tutup Isu Agama Listyo Menuju Kapolri

2 min read

Jakarta, Jarrak.id | Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, bersama timnya berhasil menangkap Djoko Tjandra, terpidana kasus hak tagih Bank Bali di Malaysia, Kamis, 30 Juli 2020.

Hasil kinerja yang ditunjukkan Listyo atas penangkapan buron selama 11 tahun itu membuktikan bahwa Polri serius menangani kasus besar di negara ini, kendati beberapa jenderal ikut andil dalam memuluskan langkah Djoko Tjandra keluar masuk negara Indonesia selama tiga bulan belakangan ini.

Dengan penangkapan Djoko Tjandra ini setidaknya Kabareskrim mempunyai catatan positif walaupun sebelum terdapat kasus perwira tinggi di Bareskrim yang membantu pelarian Djoko Tjandra.

Selain itu, prestasi ini juga dinilai menjadi poin tambahan bagi Listyo menuju pucuk kepemimpinan di kepolisian, yakni menggantikan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.

Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta mengatakan, semua perwira tinggi di kepolisian memiliki potensi menggantikan Idham Azis.

Stanislaus mengatakan, namun ky yang memiliki peluang besar adalah Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, dimana usianya juga masih relatif muda.

“Semua perwira tinggi bintang tiga dan bintang dua yang berpotensi dipromosikan ke bintang tiga dalam waktu dekat tentu mempunyai kans untuk menjadi Kapolri setelah Pak Idham memasuki purna tugas. Namun memang saat ini nama yang cenderung kuat dan usia kerja masih cukup panjang salah satunya adalah Kabareskrim,” katanya dihubungi, Jumat, 31 juli 2020.

Kendati ada pihak-pihak yang kemungkinan akan menjegal langkah Listyo dengan persoalan agama yang dianutnya, Stanislaus menganggap prestasi atas penangkapan Djoko Tjandra dapat menutupinya dimana ini merupakan nilai tersendiri bagi Kabareskrim.

“Tapi memang resistensi terhadap Kabareskrim saat ini juga ada, seperti saat beliau pertama kali bertugas sebagai Kapolda Banten ada resistensi karena beliau non muslim,” ucapnya.

“Dengan penangkapan Djoko Tjandra ini setidaknya Kabareskrim mempunyai catatan positif walaupun sebelum terdapat kasus perwira tinggi di Bareskrim yang membantu pelarian Djoko Tjandra,” ujar Stanislaus Riyanta menambahkan.

Editor: GR / Wok