Connect with us

Berita

BELA JAKSA WALK OUT DIMEDAN, BALADHIKA ADHYAKSA : MAJELIS HAKIM TIDAK NETRAL

JARRAK.ID

Published

on

Jakarta, Jarrak.id | Adanya proses persidangan dimedan sumatera utara terkait walk out nya Dua jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Joice V Sinaga dan Artha Sihombing, dilaporkan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) oleh Muara Karta, penasihat hukum terdakwa Dr Benny Hermanto.

Ketua Umum Baladhika Adhyaksa, Yunan Buwana meminta Jaksa Agung RI dan Jaksa Agung Muda Pengawasan RI ( JAMWAS ) untuk tidak meladeni laporan dari saudara Dr Benny Hermanto selaku penasehat hukum terdakwa ujar Yunan

Menurut Yunan apa yang dilakukan 2 jaksa kejari medan tersebut merupakan bentuk ke kecewaan terhadap majelis hakim yang dinilai tidak netral dan tidak kosisten dalam menjalankan KUHAP, menurut kami sah sah saja apalagi mereka sudah bermediasi dengan majelis hakim dan penasehat hukum sebelum walk out.

Untuk itu kami memoho kepada Bapak Jaksa Agung RI dan Jaksa Agung Muda Pengawasan ( JAMWAS ) untuk tidak mengidahkan laporan yang ada tandas Yunan

Sebagaimana diberitakan oleh Dua jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Joice V Sinaga dan Artha Sihombing, dilaporkan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) oleh Muara Karta, penasihat hukum terdakwa Dr Benny Hermanto.

Laporan yang dilayangkan pada Senin (18/5/2020) lalu tersebut imbas aksi walk out kedua JPU saat persidangan yang menangani perkara Benny Hermanto.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Dwi Setyo Budi Utomo menyatakan sikap penasihat hukum terdakwa memutarbalikkan fakta.

Ia menegaskan, penyebab aksi walk out jaksa dikarenakan persidangan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Pihak kita walk out dikarenakan hukum acara pidana tidak dijalankan sebagaimana mestinya,” ujar Dwi Setyo melalui Whatsapp, Sabtu (6/6/2020)

“Kan kita lucu, katanya sakit, tapi bisa mengikuti sidang teleconfrence, itu kan menjadi absurd. Hal ini menimbulkan kecurigaan bagi Penuntut Umum bahwa Majelis Hakim tidak imbang dan tidak konsisten menjalankan KUHAP yang mana terdakwa mengaku sakit tetapi bisa mengikuti persidangan secara online,” cetusnya.

Dwi mengungkapkan, dari informasi yang didapat oleh tim Kejari Medan bahwa terdakwa Benny Hermanto dapat keluar rumah dan sempat menghadiri pesta.

“Berdasarkan informasi yang kita peroleh, terdakwa malah dapat keluar rumah dan dapat menghadiri pesta, kan aneh. Katanya sakit, masa bisa menghadiri pesta,” cetusnya.

Ia pun berharap penasihat hukum terdakwa lekas menyadari tindakannya yang telah melanggar hukum.

Sumber: Yunan Buawana
Editor: GR

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer