Connect with us

Daerah

Begini Tanggapan Sultan Soal May Day Ricuh di Simpang UIN

JARRAK.ID

Published

on

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X/Net

YOGYAKARTA – JARRAK.ID – Aksi demonstrasi di perayaan May Day yang dilakukan oleh beberapa elemen mahasiswa Yogyakarta, pada Selasa sore, 1 Mei 2018 berlangsung ricuh.

Aksi tersebut berujung dengan terbakarnya pos polisi, perusakan rambu-rambu lalu lintas, dan coretan-coretan di beberapa tempat yang dianggap menyimpang dari nilai dan budaya luhur Yogyakarta.

Selain itu, ada coretan-coretan di beberapa tempat, seperti di pagar UIN Sunan Kalijaga yang menyataka “bunuh sultan.” Tulisan serupa juga ditemukan di badan bus dan di spanduk iklan komersial di sekitar demonstrasi itu berlangsung.

Bahkan, diketahui massa aksi membawa bom molotov dan beberapa dilemparkan ke arah warga dan pihak kepolisian. Alhasil, polda DIY berhasil mengamankan 69 orang peserta aksi yang diantaranya 59 laki-laki dan 10 orang perempuan.

Tulisan Hina Sultan

Karena itu, ketua Sekber Keistimewaan, Widihasto menyatakan sangat kecewa dengan aksi mahasiswa gabungan dari berbagai organisasi dan kampus tersebut. Menurutnya, tulisan itu dinilai tidak menghormati budaya masyarakat Yogyakarta.

Tulisan tersebut dianggap sangat provokatif dan menghina Ngarso Dalem (Sultan HB X). Sebab itu, menurut dia, seharusnya aksi tidak melakukan tindakan yang merunyamkan nilai-nilai masyarakat Yogyakarta dengan mengedepankan sopan santun.

“Saya juga mantan aktivis 98 namun saat berdemo tidak melakukan tindakan yang menciderai masyarakat Yogyakarta dan tetap mengedepankan sopan santun,” ujarnya.

Widihasto yang termasuk alumni Fisipol Atmajaya Yogyakarta itu mengaku, saat ini pihaknya sudah mengantongi beberapa bukti. Ia menyatakan, tindakan yang sudah mengarah ke tindakan kriminal dan akan segera ditindaklanjuti ke ranah hukum.

“Saya sudah pegang buktinya dan jika perlu diselesaikan lewat jalur hukum,”ucapnya.

Mesikpun begitu, Hasto mengaku tak percaya dan tak habis pikir jika mahasiswa bisa berbuat aksi brutal tersebut. Lebih parahnya, hingga menulis ancaman terhadap raja keraton Yogyakarta. Ia pun menduga, ada kemungkinan bahwa mahasiswa disusupi atau diprovokasi oleh pihak-pihak tertentu.

Baca Juga:  Sidak Sukamiskin Cacat Etika, JARRAK Desak DPR Segera Panggil Ombudsman RI

“Dugaan saya itu mungkin oknum dan akan segera ditelusuri karena munculnya tulisan baru sore,” pungkasnya.

Respon Sultan

Menaggapi itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengingatkan kepada masyarakat Yogyakarta agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu provokasi yang berpotensi memecah belah keguyuban bermasyarakat Yogyakarta.

“Masyarakat jangan mudah terpancing dengan provokasi, tenang saja, aparat sudah (bertindak),” kata Ngarso Dalem saat ditemui usai Upacara Hardiknas di Alun-alun Utara Yogyakarta, Rabu (2/5).

“Khususnya masyarakat, kalo mahasiswa saya kira nggak, ya kepentingannya kan kepentingan kulonprogo saja,” ujarnya.

Untuk menyikapi lebih lanjut atas aksi anarkis yang terjadi di simpang UIN Sunan Kalijaga, Ngarso Dalem akan segera melakukan koordinasi oleh pihak-pihak terkait.

“Saya belum punya rumusan baru (aksi anarkis), baru hari ini kami mau membicarakannya,” ujarnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer