Connect with us

Elektoral

Begini Penutup Menyejukkan Sandiaga Uno di Debat Pilpres

JARRAK.ID

Published

on

Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Cawapres Sandiaga Uno mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya raya. Namun sayangnya kata dia, masih banyak masalah yang terjadi di Indonesia.

Masalah itu kata Sandiaga, sulitnya mendapatkan pekerjaan dan biaya hidup yang semakin tinggi.

“Negeri ini sangat kaya sumber daya alam melimpah tanahnya subur, namun masih menyisakan beberapa masalah. Lapangan kerja yang sulit didapat anak muda, emak-emak, ibu perempuan hebat yang mengeluhkan biaya hidup semakin tinggi,” katanya dalam Debat Cawapres di Hotel Sultan Jakarta, Minggu, (17/03/2019).

Sandiaga berjanji akan menciptkan 2 juta lapangan pekerjaan jika terpilih di Pilpres 2019.

“Dalam ketenagakerjaan program OK OCE yang kami launching beserta rumah siap kerja, 2 juta lapangan kerja baru,” ungkapnya.

Sandiaga juga akan meningkatkan kesejahteraan guru honorer, sekaligus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.

“Kami pastikan guru kesejahteraan ditingkatkan guru honorer, akan kami tingkatkan status, sistem pendidikan berkualitas link and match, mencabut ujian nasional, libur di bulan Ramadan meneruskan yang pernah dilakukan Gusdur,” tutupnya.

Sandiaga Uno bicara soal milenial yang punya keinginan membuka lapangan pekerjaan. Dia mengatakan ada 69 persen milenial yang menginginkan sistem fleksibel agar bisa mendapat kesempatan memberikan pekerjaan kepada anak muda lainnya.

“Menciptakan lapangan kerja di usia muda merupakan semangat milenial, bahkan riset terakhir milenial menginginkan menjadi entrepreneur, 69 persen milenial anak muda kita ingin sistem yang fleksibel, Prabowo-Sandi mendesain kebijakan kita untuk memastikan milenial mendapat kesempatan membuka lapangan kerja di berbagai bidang melalui ekonomi kreatif sampai teknologi digital,” tandas Sandiaga.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer