Connect with us

Elektoral

Bawaslu Resmi Hentikan Pelaporan Pose Satu Jari Luhut dan Sri Mulyani

JARRAK.ID

Published

on

Gedung Bawaslu RI (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Bawaslu resmi menghentikan penanganan laporan pose satu jari Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Bawaslu menegaskan laporan tersebut tidak bisa ditindaklanjuti.

Putusan ini tertuang dalam pemberitahuan putusan yang ditandatangani Ketua Bawaslu, Abhan, Selasa, (06/11/2018). “Status laporan atau temuan tidak dapat ditindak lanjuti,” dalam surat pemberitahuan Bawaslu seperti dilansir detikcom.

Dalam pemberitahuan, disebutkan laporan pose satu jari Luhut-Sri Mulyani tidak bisa dilanjutkan karena tidak memenuhi unsur ketentuan pelanggaran sebagaimana Pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Luhut dan Sri Mulyani sebelumnya dilaporkan Dahlan Pido ke Bawaslu. Dahlan Pido melaporkan Luhut terkait pose satu jari pada penutupan IMF-World Bank Meeting di Bali pada 14 Oktober.

Saat itu, Bos IMF Christine Lagarde, sempat berpose dua jari, lalu berganti menjadi satu jari. Kemudian Sri Mulyani yang juga berada di situ menjelaskan ke bos IMF soal pose nomor urut di Pilpres 2019 dengan mengatakan ‘two for Prabowo and one for Jokowi‘.

Terkait laporan ini, Luhut dan Sri Mulyani pernah dimintai keterangan di Bawaslu. Dalam proses klarifikasi Luhut dan Sri Mulyani mendapat 28 pertanyaan dari tim pemeriksa Bawaslu.

Baca Juga:  Ingat, PDIP Akan Pecat Caleg yang Tak Kampanyekan Jokowi

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer