Connect with us

Politik

Bawaslu Copot Spanduk Larangan Pilih Capres Jahat

JARRAK.ID

Published

on

Sebuah spanduk bertuliskan Jangan Pilih Capres Jahat terpasang di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Kramat Sentiong, Senen, Jakarta Pusat (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Setelah sempat kedapatan terpasang di salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jakarta, akhirnya spanduk bertuliskan larangan memilih Capres jahat dicopot petugas.

Spanduk bernada provokatif tersebut pada Rabu (22/08/2018), dicopot oleh pihak Bawaslu DKI Jakarta yang bekerjasama dengan Satpol PP.

“Instruksi Bawaslu DKI kepada Bawaslu Kabupaten/Kota Jakarta Pusat segera koordinasi Satpol PP agar segera menurunkan spanduk ‘janganlah pilih capres jahat’ sebagai langkah pencegahan,” ujar Komisioner Bawaslu DKI Puadi dalam keterangannya, Rabu, (22/08/2018).

Spanduk berisi larangan tersebut, diketahui tak berselang lama pasca mantan Ketua MK Mahfud MD mengeluarkan statement yang mengajak untuk tidak memilih Capres jahat.

Hingga kini spanduk yang terpasang di JPO wilayah Cempaka Putih dan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat itu belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab.
Adapun spanduk yang terpasang bertuliskan “Jangan Pilih Capres Jahat’ dan disertai sebuah gambar surat suara.

Mahfud sendiri sebenarnya telah menjelaskan soal istilah Capres jahat yang disebutnya itu. Lewat akun Twitter Mahfud mengutip pernyataan salah satu tokoh, Frans Magnis-Suseno.

“Tak perlu tafsir liar. Negara harus berjalan, pemimpin harus ada. Jadi jangan golput, pilihlah 1 dari alternatif-alternatif yang tersedia. Sulit ada pemimpin yang benar-benar baik karena semua manusia pasti ada kelemahannya. Kata Franz-Magnis: Bukan untuk mencari yang ideal, tapi untuk menghalangi yang jahat jadi pemimpin,” cuit Mahfud, Selasa, (21/08/2018).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer