Connect with us

Daerah

Barang Negara yang Belum Dikembalikan Roy Suryo: Mulai Sendok, Pompa Air Sampai Bor

JARRAK.ID

Published

on

Roy Suryo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Roy Suryo merasa difitnah karena dianggap belum mengembalikan 3.226 Barang Milik Negara (BMN) waktu menjabat sebagai Menpora di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bahkan dalam surat resmi yang dikirimkan Menpora, ada berbagai barang yang belum dikembalikan, termasuk sendok dan pompa air.

Pengacara Roy Suryo, Tigor Simatupang menyebut kliennya menerima surat lampiran berisi daftar barang-barang yang harus dikembalikan. Tapi surat dari Kemenpora tertanggal 1 Mei 2018, belum diterima.

“Ada lampirannya baru-baru ini dikirimkan,” ujar Tigor saat dihubungi, Kamis, (06/09/2018).

“Ini apa? Satu set sendok dihitung satu-satu, bor, kabel-kabel, pompa air,” sebut Tigor.

Dia menyebut pembelian barang-barang itu dilakukan bawahan Roy saat menjabat Menpora. Segala urusan tanggungjawab pembelian disebut Tigor harusnya dipegang bawahan seperti kabag rumah tangga.

Sehingga hal-hal seperti itu bukan lagi tanggung jawab Roy Suryo, karena memang sudah ada bagiannya masing-masing.

“Apa iya ngurusin gitu menteri? yang ngerjain (belanja) kan kabag-kabagnya. Memang Pak Roy yang manggilin kan enggak? masa kita sewa tukang masa kita beli bor juga beli obeng juga?” tutur Tigor.

Sementara itu anggota III BPK Achsanul Qosasi menyebut pihaknya sudah mengirimkan list barang-barang milik negara yang harus dikembalikan Roy Suryo. Pengembalian ini harus dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan BPK di Kemenpora

“Saya sebagai teman Pak Roy dan Penanggung Jawab Pemeriksaan Kemenpora, telah menyampaikan kepada beliau, berikut daftar lampiran barang untuk dikembalikan,” ujar Achsanul, Rabu, (05/09/2018).

Baca Juga:  Lokasi Rawan Macet yang Perlu Diwaspadai Pemudik Saat Arus Balik

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer