Connect with us

Daerah

Banyak Sel Tidak Sesuai Standar, Ini Perintah Kanwil Kumham Jabar Terhadap Kalapas Sukamiskin

JARRAK.ID

Published

on

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Ibnu Chuldun saat menggelar jumpa pers di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Senin, 17 September 2018 (Foto: Jabar.kemenkumham.go.id.)

BANDUNG – JARRAK.ID – Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Ibnu Chuldun dalam kunjungannya ke Lapas Kelas I Sukamiskin meminta seluruh pegawai Lapas Kelas I Sukamiskin untuk Anjangsana ke dalam Blok Hunian Lapas, untuk melakukan pemeriksaan guna memastikan tidak ada lagi fasilitas mewah di dalam Kamar Hunian Warga Binaan.

Dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Ibnu Chuldun juga menginformasikan bahwa Kamar Hunian Warga Binaan di dalam Lapas Kelas I Sukamiskin menggunakan 3 Tipe Kamar Hunian sejak awal berdiri tahun 1918 yaitu 52 Kamar Besar, 41 Kamar Sedang, Kamar Kecil 463 sehingga total keseluruhan kamar hunian berjumlah 556 Kamar.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM Nomor: M.01.PL.01.01 Tahun 2003 tentang Pola Bangunan UPT Pemasyarakatan menyatakan bahwa standar luasan kamar hunian pada Lapas/Rutan adalah minimal 5,4 M2/orang.

Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Ibnu Chuldun memimpin kegiatan pemeriksaan terhadap seluruh sel untuk mencari barang atau peralatan yang dilarang masuk ke dalam lapas (Foto: jabar.kemenkumham.go.id)

“Bila mengacu pada peraturan tersebut, Lapas Kelas I Sukamiskin sangat jauh dari apa yang diharapkan karena dari jumlah 556 jumlah kamar hunian WBP yang dimiliki hanya 93 kamar yang sesuai sedangkan sisanya 463 kamar hunian tidak sesuai dengan aturan (kurang dari 5,4 M2),” kata Ibnu Chuldun dalam jumpa pers di Lapas Sukamiskin, Senin, (17/09/2018) dikutip dari jabar.kemenkumham.go.id.

Berdasarkan fakta tersebut, Ibnu Chuldun meminta Kalapas Kelas I Sukamiskin, Tejo Harwanto untuk membuat usulan kepada Ditjen PAS Kemenkumham diantaranya, satu, mengusulkan Pola Penempatan WBP di kamar hunian Lapas Kelas I Sukamiskin mempertimbangkan kelayakan kamar hunian dari sudut pandang kesehatan, sanitasi, ventilasi, pencahayaan, dan standar kelayakan Hak Asasi Manusia.

Kedua, kamar hunian dengan ukuran besar diusulkan untuk digunakan 2-3 orang WBP.

Baca Juga:  Fadli Zon Minta Sel Lapas Sukamiskin Harus Manusiawi: Kita Bukan Mau Bunuh Orang!

Ketiga, kondisi existing kamar hunian menggunakan pelapis dinding dan kloset duduk akan dipertahankan karena akan berdampak buruk terhadap kondisi bangunan apabila dilakukan perubahan.

Ibnu juga mengapresiasi peran pers dalam melakukan kontrol dan pengawasan, untuk menciptakan kinerja yang lebih baik ke depan.

“Yakinlah saat ini kami semua sedang berproses menuju kearah yang lebih baik. Inilah era reformasi birokrasi, kami ingin media mendukung kami sebagai kontrol sosial. Kami tidak akan lelah untuk memperbaiki diri,” tandas Ibnu.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer