Connect with us

Bisnis

Bantah ada Korupsi, Pemprov DKI Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp14 Miliar untuk Mudik 2019

JARRAK.ID

Published

on

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melepas kegiatan Jakarta Mudik Bersama yang dilaksanakan atas kerja sama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya, di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/5/2019).

JAKARTA – JARRAK.ID – Pemprov DKI Jakarta membantah terjadi dugaan tindak pidana korupsi dalam anggaran Mudik 2019 yang mencapai Rp14 miliar.

Anggaran Rp14 miliar bukan hanya digunakan untuk sewa bus, tetapi juga untuk sewa truk pengangkut motor yang berjumlah 62 truk, 36 truk arus mudik dan 26 truk arus balik.

“Kemudian biaya pajak, pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara. Sehingga, anggaran untuk sewa bus saja sebesar Rp 11,4 miliar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Sigit Widjatmoko dalam siaran persnya, Minggu, (09/06/2019).

Dia menegaskan, armada bus yang disewa juga untuk arus mudik dan arus balik yang berjumlah 594 armada.

Selain itu, tersiar kabar bahwa biaya per armada bus menghabiskan Rp 29 juta dengan tujuan Ciamis, Tasikmalaya, dan Kuningan berbiaya sama.

“Untuk diketahui, harga sewa bus tidak sama dan tidak dipukul rata untuk semua tujuan. Besarannya berbeda-beda, sesuai kota tujuannya. Tentu, harga sewa ke Ciamis tidak sebesar harga sewa bus ke Yogyakarta, dan harga ke Yogyakarta tidak sama dengan harga ke Jombang, dan seterusnya,” ujar Sigit Widjatmoko.

Kendati demikian, jika dirata-rata, maka rincian anggaran untuk sewa bus secara umum adalah anggaran untuk sewa bus sebesar Rp 11,4875 miliar dengan jumlah bus 594 bus (372 saat arus mudik dan 222 saat arus balik).

anggaran sewa per bus bukan sebesar Rp 29 juta per bus seperti yang tersebar di media sosial, melainkan Rp 19,3 juta per bus.

Sementara itu, biaya per orang bukan Rp 800.000 seperti yang disebutkan di media sosial, melainkan sebesar Rp 358.000 per orang.

“Sehingga, Pemprov DKI Jakarta tidak membayar unit kendaraan yang tidak dipakai. Untuk saat ini belum dilakukan pembayaran, mengingat kegiatan arus balik yang masih berjalan,” ungkap Sigit Widjatmoko.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer