Connect with us

Daerah

Bangga, Anak Loper Koran Ini Jadi Lulusan Terbaik IPB

JARRAK.ID

Published

on

Illustrasi/Net

BOGOR – JARRAK.ID – Rahmad Budianto mendapatkan gelar magister dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan predikat nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Ia wisuda pada Rabu (25/04/18) di Kampus IPB Dramaga.

Pemuda kelahiran Jember tersebut berbekal semangat karena selama belajar ia dapat beasiswa dari Program Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) batch dua (1015-2019).

“Saya sangat bersyukur sejak SD, saya merupakan penerima beasiswa dengan dana BOS, kuliah sarjana (tahun 2011) di Universitas Jember pun saya mendapat beasiswa unggulan Dikti. Di sela-sela studi S1, saya diberikan kesempatan untuk mengikuti magang di Korea Selatan (Hankyong National University) selama satu bulan dan pertukaran pelajar di Thailand (Kasetsart University) selama satu tahun,” ujarnya.

Selama menempuh pendidikan di IPB, Rahmat sudah mempublikasikan satu jurnal internasional, dua jurnal terindeks scopus (masih tahap reviewer) dan satu draft jurnal internasional.

“Ketertarikan saya terhadap ilmu hortikultura Indonesia menuntut saya untuk berguru di IPB. Tentunya saya tidak salah alamat, karena ada banyak ahli hortikultura di kampus ini. IPB adalah tempat yang tepat untuk memperdalam ilmu pertanian khas Indonesia,” tutur dia.

“Target saya ke depan adalah ingin menuntaskan pendidikan doktor saya di IPB, dengan target lulus sebelum bulan Agustus 2019,” tambahnya.

Dalam penuturannya, Rahmat dan dua adiknya dibesarkan oleh keluarga yang sederhana dari seorang ayah, Gatot Subagyo, yang bekerja sebagai loper koran dan ibu rumah tangga bernama Sudi Rahayu. Ia dan kedua adiknya selalu mendapatkan dukungan moral dari ayahnya untuk tidak putus asa dalam mencari ilmu setinggi mungkin.

“Ayah selalu bilang kepada kami untuk tidak khawatir tentang biaya sekolah. Kata ayah, tidak mungkin sekolah akan mengeluarkan kami karena tidak bisa bayar sekolah,” imbuhnya.

Dengan penghasilan tunggal dari ayah sekitar 50 ribu per hari (jika semua korannya habis terjual), Rahmat mengaku bersyukur bisa kuliah. Adiknya bahkan sudah lulus dari politeknik di Jember berkat beasiswa bidikmisi.

Menurutnya, keluarga besarnya sangat mengutamakan pendidikan. Dulu, jika Rahmat berhasil menjadi juara satu, maka kakek atau neneknya akan membelikannya sepatu baru. Kini, Rahmatlah satu-satunya di keluarga besarnya yang berhasil mencicipi pendidikan tertinggi.

“Kini kondisi ekonomi keluarga kami sedikit membaik. Alhamdulillah rumah kami sudah mulai ditembok dan berkeramik. Dulu rumah kami terbuat dari bambu, orang Jawa menyebutnya gedhek dan berlantaikan tanah,” tuturnya.

Rahmat ingin ilmu yang telah diperoleh di IPB bisa ia manfaatkan untuk mendukung pembangunan hortikultura daerah sekitar tempat tinggalnya yaitu di Jember.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer