Connect with us

Bisnis

Badrodin Haiti, Mantan Kapolri yang Jadi Bos BUMN Bergaji Fantastis dan Kunci Posisi Strategis di PSSI

JARRAK.ID

Published

on

Mantan Kapolri, Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Jenderal Polisi Purnawirawan Badrodin Haiti merupakan mantan Kapolri yang menjabat sampai 13 Juli 2016. Sebelumnya, ia menjadi Plt Kapolri, usai pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan gagal dilakukan karena ada masalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Usai tiga tahun pensiun dari Korp Bhayangkara, mantan Wakapolri ini diketahui masih memiliki sejumlah kesibukan. Bahkan Badrodin diketahui mengembang jabatan strategis di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Badrodin sejak 25 November 2016 resmi diangkat sebagai Presiden Komisaris PT Waskita Karya, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang kontruksi. Badrodin memegang jabatan strategis tersebut sampai saat ini.

Badrodin diketahui mengantongi gaji sekitar Rp65 juta dalam satu bulannya, mengingat posisinya yang sangat penting dalam perusahaan.

Sejatinya, Badrodin pernah dilirik Grab Indonesia untuk ditunjuk sebagai Komisaris. Namun karena ada aturan dari Kementerian BUMN, bahwa pejabat BUMN dilarang rangkap jabatan di perusahaan swasta.

Sebenarnya, nama Badrodin sudah diumumkan Grab Indonesia untuk ditempatkan sebagai Komisaris Utama. Namun hal itu urung dilakukan.

“Sebelum Grab diumumkan (mengenai peran Komisaris Utama), saya sudah diangkat sebagai Presiden Komisaris di PT Waskita Karya,” kata Badrodin Haiti, Jumat, (17/02/2017).

“Ada ketentuan korporasi di Kementerian BUMN tidak boleh rangkap jabatan presiden komisaris di perusahaan swasta. Jadi, dengan persetujuan Grab, saya telah mengurungkan pengangkatan saya sebagai Komisaris Utama Grab,” sambung mantan Kabaharkam Polri tersebut.

Penunjukan Badrodin sebagai Presiden Komisaris PT Waskita Karya ternyata ada keterlibatan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Hal ini tidak lepas dari latar belakang Badrodin dalam dunia hukum. Maklum, saat ini PT Waskita Karya membutuhkan sosok yang punya kompetensi dalam dunia hukum, karena BUMN ini sering melakukan upaya pembebasan lahar untuk mengerjakan berbagai proyek negara.

Baca Juga:  Hari Ini, Tol Fungsional Trans Jawa Dibuka ke Arah Jakarta

“Waskita Karya itu banyak sekali membangun jalan tol. Waskita juga saya dorong untuk membangun transmisi PLN, yang mereka sekarang lagi membangun 500 km di Sumatera. Sebentar lagi tambah 285 km lagi. Nah ini tidak terlepas urusannya secara hukum banyak pembebasan lahan,” kata Rini Soemarno, Senin (28/11/2016).

Ia menyebut, mantan Kapolri itu akan membantu penegakan hukum terkait proyek yang dijalankan Waskita Karya.

“Kami melihat Pak Badrodin sebagai mantan Kapolri bisa membantu kami juga di lapangan. Itu yang kita harapkan. Penegakan hukum,” katanya.

Ia bertugas untuk mengawasi dan memberikan masukan atas implementasi stretegi bisnis perusahaan. Tak hanya itu, ia pun bertanggung jawab untuk mendorong penguatan manajemen risiko dan pengendalian internal perusahaan.

Selain itu, Badrodin juga dipercaya sebagai Anggota Komite Adhoc PSSI, yang konsen pada masalah pengaturan skor dalam kompetisi sepak bola nasional. Badrodin ditunjuk sejak awal tahun 2019 lalu.

“Pendirian Komite Adhoc bukan menghalangi proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Satgas Mafia, tapi kita bekerja sama untuk bagaimana persepakbolaan di Indonesia bisa bermartabat dan jauh dari pelanggaran, seperti manipulasi dan pengaturan skor,” ujar Badrodin Haiti.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer