Connect with us

Other

Bad Mood Ternyata Bisa Bikin Tambah Produktif Lho, Ini Kata Peneliti

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pernahkah anda merasa bad mood? Ya, kadangkala seseorang akan sangat malas melakukan sesuatu saat merasa tidak nyaman atau entah karena suatu hal sehingga suasana batin menjadi tidak bersemangat.

Namun sebuah studi justru mengatakan kalau “penyakit” bad mood atau lazim disebut galau oleh beberapa kalangan dapat menjadikan seseorang akan lebih produktif.

Sebagaimana dilansir Daily Mail, studi tersebut dilakukan dengan melibatkan 95 orang objek penelitian. Semua orang tersebut diamati bagaimana mereka menghadapi stress sehari-hari bergantung pada perasaan serta mood mereka. Studi ini diprakarsai oleh seorang profesor Psikologi dari Universitas Waterloo Tara McAuley dan didampingi oleh seorang calon doktor Martyn S Gabel.

Adapun beberapa hal yang menjadi fokus utama peneliti dalam studi tersebut adalah reaksi emosional seperti sensitivitas, intensitas, dan durasi respons emosional. Hal-hal ini mendefisikan faktor yang berpengaruh, yakni kemampuan untuk mengatasi persoalan atau disebut sebagai effective functioning.

Dalam studi ini peneliti melakukan pengelompokan para partisan kedalam dua kelompok besar. Kelompok pertama merupakan gabungan dari orang-orang dengan kepribadian yang cenderung ekstrovert. Kelompok ekstrovert dalam hal ini dianggap punya reaksi yang tinggi.

Sementara kelompok kedua adalah gabungan dari orang-orang dengan latarbelakang kepribadian yang cenderung introvert. Mereka yang introvert dianggap memiliki reaksi rendah dan lebih santai.

Dari pengelompokan tersebut, peneliti akhirnya menemukan kalau mereka yang cenderung punya kepribadian ekstrovert akan lebih baik dan aktif melakukan suatu pekerjaan meski dengan kondisi yang tidak menyenangkan atau bad mood.

Sementara itu, mereka yang punya kepribadian introvert akan lebih pasif dan memilih diam saat suasana hati tidak nyaman, ketimbang melakukan sesuatu hal yang produktif.

“Hasil studi kami menunjukkan bahwa ada beberapa orang yang bad mood sebenarnya malah bisa semakin mengasah kemampuan berpikir, asalkan untuk kehidupan sehari-hari,” kata McAuley seperti dikutip dari Daily Mail pada Senin, (22/07/2018).

Baca Juga:  Polres Sumenep Ringkus Enam Oknum LSM Terkait Dugaan Pemerasan

McAuley menuturkan, masing-masing orang punya reksi emosional yang berbeda dan hal itu menurutnya sudah nampak sejak usia dini. Ia juga mengtakan kalau perbedaan reaksi emosional dapat berpengaruh pada kesehatan mental seseorang.

“(Namun) sebaiknya orang tidak menginterpretasikan hasil penelitian dengan mengatakan bahwa tak masalah untuk lepas tangan atau bereaksi berlebihan atau malah menciptakan masalah,” ujarnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer