Connect with us

Politik

Babak Baru Kasus ‘Kitab Suci Fiksi’ Rocky Gerung

JARRAK.ID

Published

on

Rocky Gerung (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Setelah berjalan sebulan, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah memeriksa pelapor Rocky Gerung, Jack Boyd Lapian, dalam kasus dugaan penistaan agama.

Mantan dosen UI itu dilaporkan terkait ucapannya pada acara di tvone yang menyebut ‘kitab suci itu fiksi’. Awalnya, pelaporan Rocky ke Bareksrim dilakukan Jack pada 16 April 2018. Laporan tersebut kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

“Saya LP di Bareskrim Polri itu kurang lebih sekitar 12,13 April. Saya lupa. Pokoknya pertengahan. Lalu dari Bareskrim Polri dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Baru kemarin beberapa hari yang lalu. Kalau tanggalnya kapan dilimpahkan ke bagian dalam. Ini masuk Cyber Crime Reskrimus Polda Metro Jaya,” kata Jack di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (25/5/2018), dikutip detikcom.

Pemeriksaan terkait kasus dugaan penistaan agama itu adalah yang pertama setelah kasus dilaporkan ke Bareskrim. Jack membawa sejumlah barang bukti berupa rekaman video pernyataan Rocky Gerung dan screenshot Youtube.

“Hari ini ada beberapa (bukti). Sebenarnya itu sudah kami berikan ke Bareskrim, berupa full itu official Youtube-nya ILC TV One. Itu ada dua, lebih beberapa jam. Ada yang full. Ada yang segmennya Rocky Gerung itu flashdisk dan ada juga beberapa screenshot Youtube official TV One,” kata Jack kepada wartawan.

Soal dugaan penistaan agama oleh Rocky, sebelumnya juga telah dilaporkan oleh aktivis media sosial, Abu Janda alias Permadi Arya. Abu Janda melaporkan Rocky pada Rabu (11/4) dalam kasus yang sama. Laporan tersebut tertuang dengan nomor polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrim.

Meski begitu, Jack mengaku laporannya terhadap Rocky Gerung berbeda dengan laporan yang dibuat oleh Permadi Arya. Perbedaan menurut Jack terletak pada pasal yang dilaporkan.

“Ada perbedaan LP, karena LP yang sebelumnya yang Permadi, itu pasal yang dilaporkan hanya UU ITE-nya di pasal 28. Artinya gini loh, bukan Rocky Gerung yang menyebarkan. Kalau saya melihatnya ini ke 165A penistaan agama,” kata dia.

Menurut Jack, pengertian frasa ‘kitab suci’ dan ‘fiksi’ jika dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pernyataan Rocky Gerung itu adalah sebuah penistaan terhadap agama.

“Kita ketahui dalam KBBI bersama kitab suci itu orientasinya ada di Alquran, Injil, Taurat dan lain-lain. Artinya agama yang ada di Indonesia sesuai sila pertama Pancasila Ketuhanan YME, tapi dibilang fiksi. Fiksi menurut KBBI adalah rekaan, bukan kenyataan. Jadi sesuatu yang sudah solid, kalau UU bisa kita rubah, perda, perppu bisa dirubah. Tapi kitab suci kan nggak bisa dirubah,” jelas Jack.

Sebelumnya, Jack Lapian melaporkan Rocky Gerung mengenai ‘kitab suci fiksi’ ke Bareskrim Polri pada Senin (16/4). Laporan Jack diterima dengan nomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer