Aqil Bicara 4 Ribu Karyawan TVRI Layangkan Mosi Tidak Percaya ke Dewas,…..Apa benar ?

2 min read

Jakarta, JARRAK.ID — Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI resmi mencopot Helmy Yahya dari Direktur Utama (Dirut) TVRI. Sejumlah karyawan TVRI melayangkan mosi tidak percaya kepada dewas.

Aqil Samal merasa di dukung kurang lebih 4000 karyawan TVRI dari berbagai daerah.

“Ada dari stasiun dari Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, NTT, Riau, NTB, dan Sumbar. Kami menyatakan kami kurang lebih sekitar 4.000,” papar perwakilan karyawan TVRI, Agil Samal di Pulau Dua Resto, Jalan Gatot Seobroto, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

“Dewan pengawas LPP TVRI berniat mengerdilkan kembali TVRI. Oleh karena itu, kami karyawan dan karyawati TVRI menyampaikan pernyataan ini, bahwa kami menyampaikan mosi tidak percaya kepada dewan pengawas LPP TVRI,” ujar

Agil mengatakan Dewas telah melakukan tindakan semena-mena karena mencopot Helmy Yahya. Menurutnya, Dewas tidak mempertimbangkan pencapaian yang dilakukan Helmy selama 2 tahun menjabat.

“Terkait dengan surat pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya yang dikeluarkan oleh Dewan Pengawas LPP TVRI pada Kamis 16 Januari 2020, kami karyawan dan karyawati LPP TVRI menilai Dewan Pengawas LPP TVRI telah bertindak semena-mena dan subjektif,” katanya.

Jarrakpos.id mencoba cari tahu dengan statement Aqil dan hasilnya bertolak belakang karena menurut  karyawan TVRI yang tidak mau disebutkan namanya menuliskan,
“Ya Jangan hanya mengklaim, harus ada bukti, seperti lampiran tanda tangan. Kalau hanya mengklaim tanpa ada pendukung yg kuat, ya tidak bisa dipercaya,” tulisnya lewat chatt WA.

Lanjutnya,”Ya. Angka 4000 itu dr mana validitasnya. Logikanya, apakah dg wkt ga sampe sehari sdh dpt dukungan sebanyak 4000 org pegawai?.

Bahkan mereka curhat, “sbg Karyawan kami, Malah yg di zholimi oleh direksi dg SKK  Terlambat, Banyak Biaya produksi di alihkan u beli program dr luar negri dan Mutasi karyawan yang kritis terhadap direksi”.

“Pd prinsipnya, Statement agil di Mosi itu sama sekali tdk punya dasar,” tutupnya. (Gebe’es)