Connect with us

Daerah

Apresiasi Solidaritas Lawan Terorisme, Kapolda Bali: Kita Harus Menang

JARRAK.ID

Published

on

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose (Doc. ISTIMEWA)

BALI – JARRAK.ID – Simpati dan gotong-royong masyarakat menyuarakan aksi “lawan terorisme” dan “kami tidak takut teroris” direspon positif oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. Menurutnya, semangat itu membuktikan bahwa solidaritas publik Indonesia tidak bisa dipecah oleh kecaman teror.

Kapolda menjelskan, terorisme sebagai kejahatan kemanusian luar biasa (extra ordinary human crime) memang harus dilawan. Bagi dia, aksi teror adalah narasi kontra kemanusiaan yang tidak bisa dibenarkan atas motif apapun.

“Itu kan kontra naratif dengan kandungan ajaran agama apapun. Secara sosial, aksi teror itu adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir, bahkan karena alasan apapun,” ujarnya melalui siaran resminya kepada JARRAK.ID, Selasa (15/5/2018)).

Karena itu, menurut Kapolda, masyarakat Indonesia mesti bahu membahu berantas praktik teror. Karena potensi melahirkan pikiran barbar bisa terjadi di mana saja, sehingga menurutnya, aksi solidaritas itu harus ditampilkan sebagai bentuk kontrapropaganda.

“Ada propaganda yang dibawa mereka. Meresahkan dan membuat gaduh menjadi satu ukuran keberhasilan terorisme. Karena itu kita lawan. Berhenti menyebarkan berita bohong dan gambar yang tidak patut, terutama di media sosial,” tegas dia.

Harus Menang Lawan Terorisme

Mantan Kepala BNPT itu juga menyerukan kepada semua pihak untuk bersama-sama melawan terorisme. Terorisme, kata dia, mengancam situasi keamanan nasional termasuk kerukunan masyarakat.

“Lawan dan harus menang. Segala bentuk tidakan kekerasan dan teror harus dilawan. Aparat kemanan melakukan tugas melalui instrumen yang berlaku, masyarakat juga harus mendukung dan ikut mencegah melalui koridor yang tepat dan etik,” tegasnya.

Selain itu, dirinya mendesak institusi negara segera menyelesaikan perangkat regulasi yang tepat untuk kemantapan operasional penanggulangan aksi teror. Menurut dia, operasi aparat kemanan tidak bisa serta-merta menindak tanpa payung perundang-undangan.

“Revisi UU Anti Terorisme harus segera dirampungkan, karena ada beberapa domain penting yang memang harus disempurnakan. Pembahasan soal ini harus segera clear di DPR,” terang Kapolda.

“Masyarakat jangan terpecah belah oleh agitasi dari aksi teror ini. Kita pertahankan kerukunan dan integrasi bangsa. Bagaimanapun, pelaku teror memiliki haluan ideologis yang radikal. Jangan terpangaruh,” pungkas Kapolda.

Sebelumnya, rentetan aksi teror terjadi di beberapa lokasi di Surabaya dan Sidoarjo. Paska ledakan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya dan Sidoarjo, bom bunuh diri juga meledak di Polrestabes Surabaya pada Senin pagi (14/5/2018).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer