Antar Mertua Pulang, Lukman Ditemukan Tewas di Bukit Simarsayang

2 min read

Padangsidimpuan, Jarrak.id – Beranjak dari pamitan kepada istri mengantar mertua pulang ke Padangsidimpuan , Lukman Hakim Siregar (30) warga desa Pargarutan Julu, kecamatan Angkola Timur , kabupaten Tapanuli Selatan tak kunjung pulang ke rumah. Sang istri yang menanti mulai larut malam hingga keesokan harinya akhirnya mendapat khabar dari petugas kepolisian resort kota Padangsidimpuan kalau suaminya telah menghembuskan nafas dalam keadaan tragis.
Selain didapatkan tewas dalam keadaan telungkup di dekat perkuburan bukit Simarsayang kota Padangsidimpun, sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX yang dikendarai korban juga belum ditemukan.
Kejadian ini diketahui berawal dari khabar yang mehebohkan warga Bonan Dolok kecamatan Padangsidimpuan Utara telah ditemukan sosok mayat pria dalam keadaan telungkup pada Minggu pagi, (02/08). Mendapatkan informasi kemudian pihak kepolisian yang dipimpin AKP Romli bersama Kanit Spkt Aiptu Endi Tarigan turun kelokasi melakukan olah TKP dan membawa korban ke rumah sakit untuk mengambil visum er revertum.

Proses identifikasi, mayat yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya ini dari leher korban ditemukan bekas lilitan dan terdapat luka di bagian kepala .Selanjutnya petugas kepolisian mengamankan barang bukti berupa 1 buah batu kali yang ditemukan persis di dekat kepala korban , kemudian mengamankan 1 buah ikat pinggang dan sepasang sandal.
Sejauh ini pihak kepolisian masih menduga penyebab kematian korban karena dibunuh namun belum diketahui pasti siapa pelakunya.
Kepada wartawan ,istri korban, Jumisah Nasution (24) bercerita tentang suamianya. Dimana, pada Sabtu (1/8/2020) malam sekira pukul 21.00 WIB, Lukman Hakim pergi mengantar mertuanya ke Desa Pudun Julu, Kota Padangsidimpuan dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX warna biru berknalpot racing.
Sejak saat itu, korban tak kunjung pulang ke kediamannya. Padahal sebelum pergi, Lukman mengatakan kepada isterinya akan pulang cepat. Tapi setelah ditunggu sampai tengah malam, korban tak kunjung pulang.

“Dia pergi dari rumah itu Sabtu jam 9 malam ngantar mamak saya naik sepeda motor merk Jupiter MX milik tetanga kami. Tapi sejak itu dia tidak pulang,” ujar ibu 3 orang anak ini. Bahkan, kata Jumisah, di Sabtu malam tersebut gelagat anaknya yang paling kecil yang berusia 1 tahun lebih lain dari biasanya. Dimana, anaknya tersebut tidak bisa tidur.

“Tidak pernah dia seperti itu. Tapi malam itu gelisah aja dia, tidak mau tidur. Bahkan Minggu pagi dia nanya ayahnya. Ayah… ayah…,” terang Jumisah sembari mengatakan komunikasi dirinya dan korban tidak lancar selama 2 hari belakangan.

Alangkah terkejutnya keluarga ini ketika pihak Polres Padangsidimpuan menyambangi kediaman mereka, Senin (3/8/2020) sore sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu, pihak kepolisian menyebutkan Lukman Hakim Siregar ditemukan tak bernyawa di Perkuburan Bukit Simarsayang.

“Mendapat kabar itu. Kami langsung mengurus semua administrasi di rumah sakit yang kemudian kami kebumikan,” tungkasnya. Pihak keluarga berharap petugas kepolisian dapat menguak siapa pelaku pembunuhan tersebut.

“Harapan kami, pelakunya bisa ditangkap. Soalnya, kereta yang dipinjamnya belum ketemu sampai sekarang,” harapnya. *( Ali Imran )