Connect with us

Daerah

Anies Sulap Satpol PP Lebih Kalem, Pedagang Bedug Mulai Berani Jualan di Trotoar

JARRAK.ID

Published

on

Pedagang berjualan bedug di trotoar di wilayah DKI Jakarta (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, pedagang bedug musiman terlihat mengular di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka berjualan di atas trotoar tanpa takut ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta.

Salah satu penjual Fauzi mengatakan, para pedagang bedug di Jakarta sudah eksis sejak tahun 1970-an. Mereka membuat bedugnya sendiri. Bedug yang diproduksi berbagai macam ukuran, mulai yang kecil hingga besar. Harga bedug di sini terbilang murah, mulai Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta, tergantung kulit yang digunakannya.

“Khusus yang kecil saya tidak menggunakan bahan kulit Sapi, bahan kulit Sapi hanya digunakan untuk Bedug yang ukuran besar,” imbuh dia di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, (06/06/2018).

Menurut Fauzi, dirinya berjualan bedug hanya sebagai pekerjaan sampingan saja, itupun menjelang hari raya. Pasalnya sehari-hari sebelum bulan Ramadhan, Fauzi bekerja sebagai penjual kambing di Pasar Inpres Tanah Abang atau sekitar wilayah Jabodetabek.

Fauzi menegaskan saat ini berjualan bedug di trotoar Jl KH MasMansyur lebih aman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena Pemprov DKI Jakarta memberikan toleransi kepada pegadang untuk berjualan selama bulan Ramadhan sampai lebaran saja.

Berbeda dengan tahun lalu, pada zaman Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berjualan di trotoar dilarang keras, termasuk di trotoar Jalan KH Mas Mansyur ini. Fauzi membeberkan, tahun lalu selalu bersitegang dengan Satpol PP.

“Sekarang enak, tidak ada yang berani memarahi (melarang), pada zaman Ahok kita sering berantem dan melawan kala ditertibkan Satpol PP,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko menganggap bahwa keberadaan pedagang bedug di Jalan Kh Mas Mansyur adalah hal yang wajar. Pasalnya para pedagang hanya berjualan menjelang Lebaran, sesudah hari raya Idul Fitri dipastikan mereka sudah angkat kaki dari trotoar.

Baca Juga:  Sowan ke Ulama Banten, Barisan Pelopor Indonesia Siap Gelar Dialog Kebangsaan

“Itu memang kebiasaan warga Tanah Abang setiap tahun pada bulan Ramadan menjual kerajinan Bedug, apalagi menjelang malam takbiran,” kata dia kepada saat dikonfirmasi pada Rabu, (06/06/2018).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer