Anies Baswedan Tegaskan Program Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Warga Miskin

2 min read

TANGERANG – JARRAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan program rumah DP 0 rupiah bukan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau miskin. Namun, proyek itu hanya diperuntukkan bagi warga dengan penghasilan menengah di atas Upah Minimum Regional (UMR).

Pasalnya kata Anies, mekanisme pembelian rumah DP 0 rupiah hanya bisa dilakukan melalui perbankan. Dalam skema perbankan itu pun hanya bisa dilakukan oleh warga yang berpenghasilan lebih dari UMR yang ditetapkan oleh Jakarta.

“Jadi, program ini mereka yang memang bisa menggunakan fasilitas perbankan karena memang skema keuangan,” kata Anies saat ditemui di Gedung UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Rabu, (17/10/2018).

Karena skema pembelian rumah dilakukan melalui perbankan, maka hanua masyarakat yang berpenghasilan di atas UMR Jakarta yang punya kesempatan memiliki hunian tersebut.

“Kami dari awal bilang kalau ini adalah program DP nol rupiah dengan menggunakan skema keuangan perbankan dan disitu ada minimalnya. Ada proporsi dimana penghasilan tidak boleh dipakai untuk nyicil,” ungkap Anies.

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo mengatakan, bahwa program Rumah DP 0 Rupiah yang saat ini bertransformasi menjadi Samawa (Solusi Rumah Warga), bukan program untuk orang miskin. Pasalnya kata dia, program itu hanya untuk warga DKI Jakarta yang berpenghasilan Rp 4 juta sampai dengan Rp 7 juta perbulannya deengan skema cicilan perbulan minimal Rp 2 juta.

“Tentunya ini diluar listrik dan air bersih. Plus, iuran pengelolaan lingkungan karena status rusunami tidak mungkin diberikan subsidi. Pertanyaannya, keberpihakan terhadap rakyat miskin yang tidak mampunya ada di mana?” kata Rio di Kantor Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.