Connect with us

Politik

Anggota Komisi III Soroti ‘Geng Bandit’ di KPK

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA – JARRAK.ID – Kinerja KPK dalam penanganan kasus korupsi terus menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu kembali menyoroti penyimpangan dan penyelewengan kewenangan oleh oknum dalam KPK.

Masinton menuturkan, penyimpangan oknum KPK bukan barang baru. Pansus angket KPK telah mendapat banyak laporan dari masyarakat melalui Komisi III DPR, tentang adanya praktik penyimpangan dan kesewenang-wenangan oknum KPK. Oknum tersebut, bekerja di luar koridor hukum acara pidana dengan memanfaatkan kesucian tugas atas nama pemberantasan korupsi.

Penyimpangan oknum yang dimaksud di antaranya, kata dia, pembocoran dokumen berita acara pemeriksaan (BAP), penggunaan anggaran KPK yang tidak sesuai peruntukkannya sesuai hasil temuan audit BPK, penyalahgunaan penyadapan, sampai merekayasa saksi palsu.

“Dalam pengamatan saya, modus operasi oknum bandit berjubah KPK ini bermain dengan menciptakan geng atau kelompok yang berjejaring di internal KPK maupun eksternal KPK,” ujar Masinton di Jakarta, Sabtu, (07/04/2018).

Geng oknum KPK tersebut, menurutnya, lihai memainkan teknik propaganda dengan melibatkan banyak buzzer di eksternal, dengan cara online maupun offline.

Target penggalangan eksternal ini, kata dia, membentuk opini dan persepsi ke publik bahwa apa yang dikerjakan geng oknum bandit berjubah KPK ini selalu benar dan mutlak harus dibenarkan. Sebaliknya, yang mengkritik ketidakprofesionalan oknum tersebut akan dirisak pasukan buzzer melalui mobilisasi akun-akun anonim media sosial. Propaganda dibangun, pengkritik oknum KPK dituduh anti-pemberantasan korupsi dan pro koruptor.

Buzzer-buzzer offline digerakkan untuk aksi demo-demo segelintir orang atas nama masyarakat, seakan-akan membela KPK dengan tagline Save KPK,” ujar Masinton.

Selain itu, Masinton juga mengkritik cara kerja KPK dalam penanganan korupsi, yang masih mengandalkan cara usang.

Penindakan kasus di bawah Rp1 miliar, Masinton menilai, hanya berupa reality show yang tidak menghasilkan kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia menjadi lebih baik. Buktinya, dalam 3 tahun ini peringkat pemberantasan korupsi Indonesia di level internasional mengalami penurunan, dari peringkat 90 menjadi 96. Peringkat pemberantasan korupsi di Indonesia kalah dari Singapura, Malaysia, Brunei bahkan Timor Leste.

Pemberantasan korupsi yang dijalankan KPK, menurutnya, juga kurang greget. Sebab dalam kacamatanya, KPK cuma mengandalkan penindakan dengan mengabaikan aspek pencegahan.

“Ini adalah kegagalan KPK dalam membangun sistem pemberantasan korupsi di negara kita,” ucap Masinton.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer